Thursday, 9 October 2008

Jamsostek Potensi Rugi Rp 5,4 Triliun

[universitas surabaya gitu loh,  Kamis, 09 Oktober 2008 ]
Merosotnya harga saham di lantai bursa terus memakan korban. Kali ini perusahaan asuransi tenaga kerja BUMN PT Jamsostek (Persero) yang mengaku menelan kerugian hingga triliunan rupiah. Akibat portofolio sahamnya anjlok, Jamsostek memperkirakan menderita potential loss senilai Rp 5,4 triliun.

Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, angka Rp 5,4 triliun itu dihitung berdasar selisih saat indeks harga saham mencapai titik tertinggi di level 2.830,26 hingga level terendah saat transaksi bursa dihentikan. ''Itu penurunan nilai investasi,'' ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN kemarin (8/10).

Dari Rp 62 triliun dana yang dikelola Jamsostek, menurut dia, portofolio investasi terbesar masih dialokasikan pada obligasi 46 persen, deposito 30 persen, dan saham 20 persen. Meski hanya 20 persen, investasi di pasar saham tetap signifikan, yakni sekitar Rp 12,4 triliun. ''Nilai investasi inilah yang tergerus akibat anjloknya harga saham.''

Kondisi pasar yang terpuruk, lanjutnya, juga memengaruhi proyeksi laba bersih Jamsostek tahun ini. Menurut dia, realisasi laba perseroan diprediksi hanya tercapai 98 persen dari target Rp 1,117 triliun. ''Tapi tetap di atas Rp 1 triliun,'' katanya. Terpuruknya pasar saham seperti saat ini membuat manajemen lebih prudent (hati-hati) dan bijaksana dalam mengelola investasi.

Sejauh ini, portofolio investasi Jamsostek masih didominasi pendapatan tetap, yaitu deposito dan obligasi. Saat ini, Jamsostek memiliki deposito Rp 20 triliun yang tersebar di sejumlah bank. Seperti di BRI sekitar Rp 3 triliun, BNI Rp 2,7 triliun, dan Bank Mandiri kurang dari Rp 1 triliun. Selebihnya tersebar di BTN, Bank Ekspor Indonesia, dan sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD).

''Karena itu, kami memutuskan untuk berhenti menambah penempatan dana pada saham. Dalam kondisi seperti sekarang ini, lebih aman ditempatkan di deposito,'' jelasnya. 

Dari mancanegara, bank sentral seluruh dunia melakukan langkah darurat untuk menyelamatkan bursa global dari kebangkrutan. Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dan Europe Central Bank (ECB) kemarin memangkas suku bunga untuk membasahi likuiditas di pasar finansial yang masih kekeringan. Langkah serupa juga dilakukan beberapa bank sentral lainnya.

Yakni Bank of England, Bank of Canada, Bank Sentral Swedia, dan Bank Sentral Swiss. Mereka rata-rata memangkas suku bunga 50 basis poin (bps) atau 0,5 persen. The Fed menurunkan suku bunga dari 2 persen menjadi 1,5 persen. BoE dari 5 persen menjadi 4,5 persen, sedangkan ECB dari 4,15 persen menjadi 3,75 persen.

Dari Asia, Bank Sentral Tiongkok menurunkan suku bunga pinjaman berjangka satu tahun sebesar 0,27 persen. Sedangkan Bank of Japan, meski tidak berpartisipasi dalam pemangkasan suku bunga, menyatakan mendukung langkah yang diambil bank-bank sentral Eropa dan Amerika. ''Pemotongan suku bunga sangat penting untuk menginjeksi dan merekapitalisasi perbankan yang sangat butuh dana,'' kata Marc Chandler, global head of currency strategy Brown Brothers Harriman, perusahaan konsultan finansial, seperti dikutip dari Associated Press kemarin (8/10).

Keputusan yang diambil secara mendadak itu menyusul anjloknya bursa-bursa saham Asia dan Eropa. Indeks Nikkei 225 melorot hampir 10 persen dan merupakan yang terburuk dalam dua puluh tahun terakhir. Sedangkan indeks Dow Jones di Bursa Efek New York (NYSE) -meski sempat terangkat 2 persen pada sesi pembukaan tadi malam- kembali melemah.

Saat ini, AS menghadapi penurunan harga saham terbesar mendekati masa Depresi Besar (Great Depression) pada 1929-1930. Kala itu juga terjadi kepanikan di mana semua investor melepas sahamnya. Menurut Wikipedia, hingga akhir 1954, bursa tidak pernah kembali seperti sebelum 1929. Ekonom Richard M. Salsman menyebut, siapa pun yang membeli saham pada pertengahan 1929 dan menyimpannya, mereka akan melewati masa tua tanpa pernah melihat harga sahamnya kembali. (owi/sof/oki)

Saham Unggulan BEI Undervalued

universitas surabaya gitu loh, Kamis, 09 Oktober 2008 ]
Fundamental Kukuh, Harga Terlalu Murah 
SURABAYA - Di tengah kepanikan, selalu tersimpan harapan. Jika jeli memelototi angka-angka statistik emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini adalah momentum yang tepat untuk membeli saham. Mengapa? Harga saham-saham unggulan sudah undervalued (di bawah nilai wajar). Ini bisa dilihat dengan membandingkan PER (price to earning ratio) yang rendah, sementara itu kinerja keuangan masih sangat indah.

Selain itu, juga bisa dipakai analisis teknikal. Kemerosotan hingga hampir 50 persen dalam kurun kurang dari setahun, sudah sangat rendah. Lupakan situasi global. Harga-harga saham unggulan saat ini sudah sangat murah. Karena itu tak ada alasan untuk takut membeli. Hanya, yang tidak bisa diprediksi, berapa lama hingga indeks kembali melambung tinggi.

Pengamat pasar modal Alfatih mengakui tidak ada masalah dengan fundamental perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI. ''Dalam sepekan terakhir ini, pasar tidak digerakan oleh fundamental. Namun lebih karena sentimen dan kebutuhan likuiditas,'' kata Alfatih kepada Jawa Pos kemarin.

Kata Alfatih, fund manager membutuhkan dana tunai sehingga menjual portofolio efek meski saham perusahaan yang mereka koleksi bagus. "Untuk investor ritel, pilihan menjual karena terbatasnya dana yang mereka miliki. Sehingga saat indeks anjlok ya pilihannya keluar.''

Memang sejumlah saham unggulan kehilangan kapitalisasi pasar dalam jumlah besar. Jika dihitung sejak awal tahun hingga saat halting kemarin, saham seperti PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Astra International (ASII), dan Bank Mandiri kehilangan kapitalisasi antara 30-63 persen. Turunnya harga ini membuat PER (price to earning ratio) efek-efek tersebut menjadi sangat rendah (lihat grafis). Karena itu, para pengamat pasar modal menyarankan agar investor tidak emosional dalam mengambil keputusan langsung menjual saham dengan fundamental bagus. ''Rasionalnya seperti itu. Kalau irasional, ya menjual sebelum harganya turun lagi akibat krisis finansial,'' kata Leo Herlambang.

Namun Ikhsan Binarto menyarankan agar investor menahan aksi jual. Tentu saja dengan mempertimbangkan produk emiten maupun kinerjanya. Setelah itu menambah saham saat harganya masih undervalued. ''Saham yang perlu ditahan adalah saham di sektor perbankan maupun pertambangan batu bara.'' 

Ditambahkan Alfatih, pembelian tersebut harus dilakukan secara rasional. Yakni dengan bertahap. "Saat ini market dunia belum pulih dari krisis. Masih menunggu hasil bailout AS dan Inggris yang hasilnya tidak bisa serta merta terwujud. Karena itu investor lebih aman pegang cash.'' (aan/fan) 

Hari Ini Bursa Efek Indonesia Masih Tutup

universitas surabaya gitu loh, Kamis, 09 Oktober 2008 ]
JAKARTA - Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kian mengkhawatirkan. Kemarin (8/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) terperosok makin dalam, sehingga memaksa BEI menghentikan perdagangan mulai pukul 11.08 JATS (Jakarta Automated Trading System).

Untuk kali pertama sepanjang sejarah, transaksi dihentikan di tengah jalan karena penurunan harga dinilai tidak wajar. Saat disuspen, IHSG anjlok 168,52 poin (10,38 persen) ke titik 1.451,669 dengan nilai transaksi hanya Rp 952,165 miliar. Itu merupakan indeks terendah sejak September 2006.

Dirut BEI Erry Firmansyah menyatakan, penurunan harga saham sudah sangat irasional. Otoritas bursa akan terus memeriksa detail transaksi yang terjadi sebelum perdagangan dihentikan. ''Tapi, masih belum bisa dipastikan apakah ada transaksi ilegal,'' katanya di Jakarta kemarin (8/10).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom menuturkan, dalam kondisi seperti saat ini, otoritas dan regulator tidak bisa membiarkan mekanisme pasar mengatur harga saham. ''Jadi, harus dihentikan sementara untuk memberi kesempatan pasar mempertimbangkan keputusan secara rasional,'' ungkapnya.

Dalam rapat di kantor Ditjen Pajak hingga tadi malam, transaksi bursa hari ini diputuskan tetap dihentikan. Rapat yang dihadiri pejabat Bapepam-LK dan BEI itu, dipimpin Dirjen Pajak Darmin Nasution karena kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany masih di luar negeri. Darmin sebelumnya pernah menjabat kepala Bapepam-LK. ''Besok bursa masih disuspen,'' terang Direktur BEI Guntur Pasaribu dalam pesan singkatnya kepada Jawa Pos dini hari tadi.

Sementara itu, rapat kabinet menteri ekonomi dan Dirut BUMN di Kantor Presiden tadi malam memutuskan mengumpulkan dana dari 14 BUMN untuk melakukan buyback saham-saham pemerintah di BEI sebatas kemampuan finansial mereka. Pemerintah hari ini menggelar rapat kabinet untuk memutuskan saham-saham yang dibeli dari bursa. ''Daftar saham yang akan dibeli sudah diinventarisasi, tapi nilai dana yang akan dimasukkan ke bursa masih menunggu rapat besok (hari ini),'' ujar Ketua Umum Kadin M.S. Hidayat.

Rapat yang dimulai pukul 22.30 tersebut dihadiri Menteri Keuangan ad interim Sofyan Djalil, Mensesneg Hatta Rajasa, Menseskab Sudi Silalahi, dan Deputi Gubernur BI Miranda Swaray Gultom. Hadir pula sejumlah Dirut BUMN, di antaranya Wadirut PLN Rudiantara, Dirut Pertamina Ari Soemarno, dan Dirut BRI Sofyan Basir.

Harga saham-saham unggulan kemarin memang merosot cukup tajam, sehingga terkena auto rejection. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) terjun bebas Rp 1.200 atau 23,3 persen menjadi Rp 3.950. Kemudian, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) drop Rp 1.750 (25 persen) menjadi Rp 5.250. Lalu, PT Astra Internasional Tbk (ASII) anjlok Rp 3.200 (20 persen) menjadi Rp 12.800.

Investor domestik panik karena asing sudah melepas aset-aset rupiahnya untuk membeli dolar AS. Terlebih, ada rekomendasi negatif dari JP Morgan Chase & Co, salah satu bank terbesar AS, untuk menjauhi surat utang Indonesia. Itu membuat makin panik. ''Yang net sell justru lebih banyak investor domestik,'' ujar analis PT Optima Securities Ikhsan Binarto.

Analis PT Bhakti Capital Budi Ruseno mengungkapkan, pasar domestik saat ini terus panik dan terpengaruh sentimen global. ''Wajar kalau otoritas bursa memberikan kesempatan kepada investor agar tidak panik lagi dengan suspensi,'' katanya.

Dalam jangka menengah, Budi optimistis harga bisa rebound. Sebab, kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa masih cukup baik. Begitu pula dengan situasi makroekonomi yang masih kondusif.

Direktur Nikko Securities Adler H. Manurung menyatakan, penghentian perdagangan sebaiknya dilakukan saat close market sesi I. ''Sebab, kalau suspensi dilakukan di tengah jalan seperti tadi siang (kemarin), justru merusak bursa. Itu patut disesalkan,'' tegasnya.

Menurut dia, jika otoritas bursa ingin mengondusifkan pasar, setiap langkah yang diambil harus benar-benar menenangkan. ''Nah, kalau seperti tadi, justru merusak integritas bursa,'' ujarnya.

Menteri BUMN Sofyan Djalil menyebutkan, langkah suspensi merupakan tanggung jawab BEI untuk mengondusifkan pasar modal dan meredam kepanikan. ''Supaya kepanikan berkurang dan orang (investor, Red) bisa berpikir ulang,'' ucapnya kemarin.

Menurut Sofyan yang hingga kemarin siang menjabat Plt menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani yang melawat ke luar negeri, langkah BEI didasarkan pada pertimbangan teknis setelah berkonsultasi dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam-LK). ''Sebab, kalau harga (IHSG) turun sampai 10 persen, mereka bisa melakukan suspensi,'' jelasnya.

Kondisi pasar modal Indonesia memang harus dicermati secara komprehensif untuk melihat detail berbagai aspek yang menggerakkan. ''Saya melihat ada irregularities (hal yang tidak wajar),'' tegasnya. 

Dia menilai, anjloknya pasar modal Indonesia dipicu kepanikan yang berlebihan, sehingga di luar kewajaran. Sebab, penurunan pasar saham lain di luar negeri tidak separah Indonesia karena hanya 2-4 persen.

Meski tidak dalam kondisi biasa pun, banyak negara yang sudah melakukan suspensi perdagangan bursanya. ''Misalnya, Rusia sudah menyuspensi lebih 2-3 hari,'' terangnya.

Melihat kritisnya kondisi finansial, Plt menko perekonomian sekaligus Menkeu Sri Mulyani Indrawati meninggalkan pertemuan di Dubai dan kembali ke Indonesia. Dia semestinya mengikuti pertemuan ASEAN Finance Minister Meeting di Dubai, Uni Emirate Arab, hingga 9 Oktober. ''Menkeu balik untuk berkoordinasi dengan kita,'' ujar Direktur BEI Eddy Sugito.

BI Jaga Rupiah 

Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk menjaga agar pergerakan nilai tukar rupiah tidak terlalu tajam. Cadangan devisa Indonesia masih cukup kuat untuk mempertahankan nilai tukar rupiah di tingkat yang wajar. Meski sempat merosot tajam Selasa (7/10), bank sentral beranggapan nilai tukar masih berada pada ambang wajar.

''Dibanding posisi awal tahun, depresiasinya baru 2 persen,'' jelas Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom kemarin (8/10). Dia menyatakan, cadangan devisa Indonesia masih setara dengan 4,5 bulan impor. ''Cadangan devisa kita masih sangat memadai,'' kata Miranda.

Berbeda dari saham yang anjlok drastis, rupiah pada perdagangan kemarin hanya menurun tipis 35 poin ke posisi 9.595 per USD. Deputi Gubernur BI Budi Mulya menegaskan, BI tidak pernah menargetkan nilai tukar rupiah. Namun, yang terpenting adalah menjaga volatilitasnya.

Nilai tukar rupiah tidak anjlok karena asing masih mengoleksi SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dalam jumlah besar. Menurut Budi, kepemilikan asing atas SBI masih Rp 20 triliun. 

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Dradjad Hari Wibowo menuturkan, kemampuan BI menahan nilai tukar rupiah tidak terlalu besar. Dia memperingatkan agar BI tidak memaksakan diri membuat nilai tukar menguat. Pelemahan nilai tukar rupiah bisa saja digunakan untuk meningkatkan daya saing ekspor. Yang terpenting, BI bisa menjaga agar volatilitasnya tidak terlalu lebar.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ikhsan Mojo menambahkan, BI tidak bisa menggunakan ukuran tradisional kebutuhan bulan impor untuk mengukur cadangan devisa. Sebab, dalam satu krisis, pergerakan kurs dan pelarian modal sangat cepat dan menyebabkan tergerusnya nilai riil dari cadangan devisa secara instan.

Dalam kasus Indonesia, hal itu ditambah fakta bahwa separo cadangan devisa didenominasikan dalam aset dolar AS, seperti US Treasury Bond yang saat ini nilainya tertekan. ''Salah kaprah jika dikatakan cadangan devisa Indonesia aman,'' kata Ikhsan. 

Di tengah jebloknya rupiah dan saham, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono justru sempat menonton film bersama sejumlah menterinya. Film Laskar Pelangi yang disaksikan SBY berkisah tentang sisi buram pendidikan dasar di pulau kaya penghasil timah, Belitong. Presiden dan Ibu Negara sekitar pukul 19.00 tiba di Blitz Megaplex Grand Indonesia.

Sejumlah menteri tampak mendampingi presiden. Di antaranya, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo Muhammad Nuh, Menbudpar Jero Wacik, dan Mensesneg Hatta Radjasa. Hadir pula sutradara Riri Reza, produser Mira Lesmana, penulis novel Laskar Pelangi Andrea Hirata, 12 anak Belitong yang menjadi tema sentral film Laskar Pelangi, serta 3.500 siswa dari Belitong.(sof/owi/wir/noe/iw/oki) www.jawapos.co.id

Kaka Kembali Perkuat Timnas Brazil


universitas surabaya gitu loh, Kamis, 09 Oktober 2008 ]
SAO PAOLO - Banyak hal yang membuat seorang pemain tidak bisa membela tim nasional (timnas). Salah satunya ialah cedera. Itu pula yang dialami Kaka, bintang Timnas Brazil yang bermain di AC Milan. Sudah sebelas bulan Kaka absen berkostum Selecao -sebutan Timnas Brazil. 

Kali terakhir pemain 26 tahun itu membela Brazil adalah lawan Uruguay di kualifikasi PD 2010 Zona Conmebol pada 21 November 2007. Dalam laga di Stadion Morumbi, San Paulo, tersebut, Brazil menang 2-1 berkat dua gol Luis Fabiano. 

Tapi, sejak laga itu, Kaka tidak pernah lagi membela Brazil. Cedera lutut memaksa Pemain Terbaik Dunia 2007 tersebut melewatkan sekitar delapan laga Selecao, baik di ajang kualifikasi PD 2010 maupun uji coba. 

Nah, lanjutan kualifikasi PD 2010 akhir pekan ini bakal menjadi comeback Kaka. ''Saya bahagia kembali ke timnas dan berharap bisa mentransformasikan kebahagiaan saya di lapangan,'' tutur Kaka kepada Globo.

Dunga, pelatih Brazil, ikut antusias menyambut Kaka. Kontribusi Kaka sangat dibutuhkan Brazil saat melawat ke Venezuela (12/10) dan menjamu Kolombia (15/10). 

''Sudah lama kami menghitung hari kapan dia (Kaka, Red) bisa kembali ke timnas. Siapa pun tahu siapa dia dan bagaimana kualitasnya,'' kata Dunga di training camp Brazil di Teresopolis sebagaimana dilansir Associated Press.

Kaka diharapkan mengisi kekosongan lini depan Selecao yang kehilangan Luis Fabiano karena cedera paha dan Ronaldinho yang tidak dipanggil karena performanya menurun. Saat lawan Venezuela, Kaka yang mengoleksi 59 caps dan 22 gol itu bakal dimainkan Dunga untuk menambah daya gedor Brazil bersama Robinho, Amantino Mancini, dan Adriano atau Joao ''Jo'' Alves.

''Tapi, saya tidak mau berekspektasi lebih tentang Kaka karena dia lama tak bermain di timnas. Sekalipun dia punya segalanya, tidak ada perlakuan istimewa kepadanya,'' ucap Dunga. 

Brazil kini menduduki peringkat kedua klasemen sementara Zona Conmebol dengan 13 poin dari delapan laga. Posisi pertama dihuni Paraguay dengan 17 poin. Dengan regulasi bahwa empat tim teratas lolos langsung ke putaran final di Afsel sedangkan peringkat kelima menjalani playoff lawan peringkat keempat Zona CONCACAF, posisi Brazil belum dibilang aman.

Argentina dan Cile berada di peringkat ketiga dan keempat ikut mengoleksi 13 poin. Sedangkan Uruguay di peringkat kelima dengan 12 poin. ''Penampilan tim kami belum stabil dan perjuangan masih panjang,'' tegas Dunga yang merujuk hasil imbang (0-0) timnya saat menjamu Bolivia pada 10 September lalu.

Selain Kaka, ada beberapa pemain lain yang juga comeback ke timnas. Sebut saja strikerInggris Peter Crouch, gelandang bertahan Prancis Patrick Vieira, kapten Jerman Michael Ballack, hingga bintang Portugal Cristiano Ronaldo. Bahkan, jika dimainkan pada akhir pekan ini, mereka menjalani debut di kualifikasi PD 2010 Zona Eropa. ''Kembalinya pemain sekelas Patrick Vieira adalah nilai plus bagi kami,'' terang Raymond Domenecah, arsitek Prancis, kepada AFP.

Vieira, 32 tahun, absen membela Les Bleus -julukan Timnas Prancis- selama lebih dari tujuh bulan terakhir atau sejak uji coba lawan Spanyol pada 6 Februari lalu. Peran Vieira jelas sangat vital untuk mendongkrak penampilan Prancis yang lambat panas di grup 7 Zona Eropa. Gelandang Inter Milan dengan 105 caps itu, tampaknya, akan dipercaya mengenakan lagi ban kapten Les Bleus kala menantang tuan rumah Rumania pada Sabtu nanti (11/10). (dns/ca)

Enam Pilar Kembali, Timnas Jerman Percaya Diri

universitas surabaya gitu lohKamis, 09 Oktober 2008 ]
DORTMUND - Jerman menghadapi lawan tangguh di lanjutan kualifikasi PD 2010 pada Sabtu nanti (11/10). Lawan itu adalah Rusia yang naik daun sebagai semifinalis Euro 2008 di Austria-Swiss pada Juni lalu. Rusia boleh dibilang saingan sepadan Jerman di grup 4 zona Eropa.

Meski begitu, Der Panzer (sebutan Jerman) menyongsong laga di Signal Iduna Park, Dortmund, itu dengan kepercayaan diri tinggi. Bukan semata karena bermain home, melainkan comeback-nya enam pilar yang melegakan pelatih Jerman Joachim Loew.

Mereka adalah jenderal lapangan tengah Michael Ballack, gelandang bertahan Torsten Frings, bek tengah Per Martesacker, bek kanan Arne Friderich, gelandang muda Jermaine Jones, dan kiper Rene Adler. Di dua laga awal Jerman, lawan Liectenstein dan Finlandia bulan lalu, enam pemain itu absen karena cedera. 

"Saya senang dengan skuad sekarang. Sebab, 18 di antara 22 pemain sekarang merupakan tim di Euro 2008 (tampil sebagai finalis, Red)," kata Loew kepada CNN.

Loew mengakui, skuad Jerman di Euro 2008 masih solid minus kiper Jens Lehmann yang sudah pensiun. "Sangat riskan mencoba pemain baru," tegasnya.

Der trainer (pelatih) berusia 48 tahun itu belajar dari pengalaman saat Jerman ditahan imbang 3-3 Finlandia pada 10 September lalu. Kala itu Loew mencoba pasangan baru di jantung pertahanan, yakni Heiko Westermann-Serdar Tasci. Namun, hasilnya kurang menggembirakan. Gawang Jerman kebobolan dalam tempo sepuluh menit di babak pertama.

"Dengan adanya Mertesacker dan Frings, saya yakin pertahanan kami jauh lebih baik dibandingkan lawan Finlandia lalu," tutur Loew yang menjadi asisten pelatih Juergen Klinsmann di Piala Dunia 2006. 

Di lain pihak, Jerman bakal diuntungkan karena Rusia dikabarkan kehilangan bomber utama Roman Pavlyuchenko yang cedera engkel. Kabar itu diterima dari klub Pavlyuchenko, Tottenham Hotspur. "Roman (Pavlyuchenko) butuh istirahat tiga pekan karena ligamen pada engkelnya robek," terang juru bicara Tottenham seperti dikutip Sportinglife. (dns/ca)

Kontrak Habis, Hyatt Ganti Nama

[ universitas surabaya gitu loh, Kamis, 09 Oktober 2008 ]

SURABAYA - Manajemen hotel internasional di Surabaya terus berkurang. Pasalnya, Hyatt Regency di kawasan Basuki Rachmat akan berganti nama menjadi Hotel Bumi Surabaya per 1 November nanti.

Pergantian ini menambah panjang daftar jaringan hotel internasional yang mengakhiri kontraknya di Surabaya selama empat tahun terakhir. Sebelumnya, jaringan internasional yang juga berakhir kontraknya adalah Radisson, Mandarin Oriental, dan Hilton. 

Public Relations Manager Hotel Hyatt Regency Surabaya Prima Soemarso mengatakan, kontrak akan berakhir pada 31 Oktober sehingga pada 1 November pihaknya berganti manajemen. ''Hanya itu yang bisa kami jelaskan. Akan ada keterangan lebih lanjut setelah manajemen siap,'' ujarnya kemarin (9/10).

Dihubungi terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Yulianto Sochebu menuturkan, berakhirnya kontrak dengan brand atau manajemen asing adalah soal biasa. Dia menduga pemilik hotel bisa menemukan sistem pengelolaan yang setara dengan dengan standar internasioal. Atau, bisa juga biaya kontrak manajemen asing kian mahal sehingga tidak diperpanjang. ''Meski berakhir, bisa juga brand itu kembali lagi nanti,'' sebutnya.

Menurut dia, kontrak brand hotel internasional umumnya berakhir pada tahun ketiga karena pemilik bisa mengambil alih pasar. Berakhirnya kontrak bisa juga karena kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Sebab, tidak semua brandasing bisa eksis di semua tempat. (ina/dwi)

Bursa di Asia Terjun Bebas

[universitas surabaya gitu loh,  Kamis, 09 Oktober 2008 ]

LONDON - Gejolak finansial kembali memukul bursa global kemarin (8/10). Bahkan, bursa saham dunia sempat terpuruk hingga level terendah. Tapi, keputusan beberapa bank sentral dunia memangkas tingkat suku bunga berhasil mengangkat kepercayaan sebagian pasar.

Bursa saham, khususnya di Eropa, akhirnya balik ke teritori positif. Indeks saham di London melonjak 0,62 persen setelah Bank of England menurunkan bunga. Padahal, bursa London sebelumnya anjlok hampir 6 persen. Sayang, situasi itu tidak bertahan lama. Setelah rebound, indeks FTSE 100 di London lantas kembali merah dan turun ke level 4.397,86 pada sesi perdagangan siang.

Bursa saham di Paris juga menguat 0,20 persen menyusul langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga. Ini sekaligus mengangkat dari keterpurukan dan kerugian besar-besaran. Tapi, bursa Frankfurt tetap merah atau turun 0,99 persen dalam perdagangan sore kemarin. Transaksi di bursa Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, juga rebound (pulih) menjelang penutupan.

Kendati begitu, analis menilai terlalu dini untuk bisa bernapas lega. ''Kita masih belum sepenuhnya keluar dari masalah,'' ujar Joshua Raymond, market strategist City Index. ''Kita harus lihat dulu apakah (pemangkasan suku bunga) ini berdampak lebih lama dalam memulihkan kepercayaan pasar,'' lanjutnya.

Hal itu beralasan. Sebab, bursa saham Asia justru ditutup merah kemarin. Bahkan, indeks Nikkei terjun bebas. Secara dramatis bursa saham Tokyo terpuruk 9,38 persen pada akhir perdagangan dan berada pada level terendah sejak Oktober 1987 menyusul Black Monday di AS. 

Bursa Hongkong anjlok 8,2 persen dan ditutup di level terendah selama lebih dari dua tahun. Langkah otoritas moneter di sana memangkas suku bunga tak mampu memulihkan kepercayaan pasar. Bursa saham di Singapura merosot 6,6 persen.

Lantas, bursa Seoul (Korsel) anjlok 5,8 persen dan Taipei turun 5,76 persen. Sedangkan bursa di Jakarta terpuruk 10,4 persen sehingga aktivitas perdagangan dihentikan menjelang penutupan sesi pertama.

''Saat ini, tak ada yang tahu secara pasti apa yang bisa dipercaya,'' ujar Hironobu Hagi, deputy general manager padacapital market division Shinsei Bank. ''Yang terjadi adalah panic selling secara terus-menerus. Begitu para pelaku pasar melihat ada sinyal aksi jual, setiap orang berlomba-lomba mengikuti,'' tambahnya. (AFP/dwi)