
BEIJING - Saat Tiongkok jadi sorotan dunia gara-gara skandal susu terkontaminasi zat beracun melamin, elite politiknya juga dikritisi karena dinilai cari selamat sendiri. Kehigienisan asupan makanan yang dikonsumsi para pejabat negara tersebut ternyata sangat terjamin karena semua serbakelas wahid. Tak heran respons pemerintah Tiongkok terhadap skandal susu beracun itu sangat lambat.
Makanan pilihan untuk para pejabat tersebut, antara lain, daging sapi bebas hormon yang didapatkan dari peternakan di pedalaman Mongolia. Lantas, beras organik dimasak dengan air pegunungan. Begitu juga minuman. Bila haus, bagi mereka sudah disediakan teh organik yang dipetik dari bukit di kaki Gunung Tibet.
Aneka sajian istimewa itu disediakan oleh Pusat Penyedia Makanan Istimewa yang didirikan sejak 2004. Untuk mencukupi kebutuhan pasokan, departemen khusus tersebut “mengimpor” segala macam bahan organik dari petani khusus yang harus menaati pedoman ketat.
Kondisi itu sangat kontras dengan fenomena yang dialami rakyatnya. Sebagian besar bahan yang diolah rakyat bisa membahayakan kondisi tubuh. Betapa tidak, sayuran yang mereka olah disemprot dengan pestisida berbahaya. Lalu, ikan-ikan yang mereka masak terkontaminasi bahan kimia penyebab kanker. Belum lagi, telur yang dijual di pasar dicelupkan ke dalam pewarna industri dan mengandung zat yang bisa mengakibatkan kebutaan, bahkan kematian.
Keruan saja, terkuaknya makanan istimewa yang dikonsumsi para pemimpin itu memantik kemarahan rakyat. Ditambah lagi, putra-putri mereka menjadi korban. Sebab, keamanan kondisi makanan bukan hanya hak keluarga pemerintah, tapi juga seluruh rakyat.
“Keamanan pangan merupakan prioritas utama bagi anak-anak dan keluarga pejabat pemerintah. Lantas, apakah masyarakat tidak berhak atas makanan yang aman?” ujar Zhong Lixun seraya menyuapi cucunya yang berumur tujuh bulan dengan susu formula setelah memeriksakan batu ginjal cucunya itu di Rumah Sakit Anak-Anak Beijing.
Seperti diberitakan, puluhan ribu bayi dan anak-anak Tiongkok tergolek sakit setelah mengonsumsi susu yang terkontaminasi zat berbahaya melamin. Dari jumlah tersebut, ratusan anak didiagnosis menderita batu ginjal cukup parah dan empat bocah dilaporkan tewas.
Sejumlah negara, termasuk Indonesia, langsung menyetop serta melarang impor susu dan produk berbahan susu dari Tiongkok. Beberapa produk yang telanjur beredar di pasar dimusnahkan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak. (AP/dia/ami)
"universitas surabaya gitu loh"


No comments:
Post a Comment