Pages

Friday, 19 September 2008

Di Wall Street, Rp 6.580 T Amblas

Bursa global terus merah seiring dengan gejolak pada sistem perbankan Amerika. Hal itu dipicu oleh kekhawatiran investor bahwa krisis keuangan makin sulit dikontrol meski pemerintah AS telah melakukan upaya-upaya penyelamatan.

Indeks Dow Jones Industrial Average, yang dua hari sebelumnya turun signifikan pasca-tragedi teror 11 September 2001, Rabu (17/9) waktu AS atau kemarin WIB (18/9) kembali turun 450 poin akibat kecemasan investor. Dana investasi sekitar USD 700 miliar (sekitar Rp 6.580 triliun dengan kurs Rp 9.400 per USD) amblas.

Saham-saham di Asia juga ikut terseret penurunan di Wall Street akibat investor khawatir lebih banyak perusahaan akan bangkrut akibat krisis keuangan global. Indeks regional benchmark turun kian tajam.

''Kepercayaan tampaknya benar-benar tumbang,'' tutur Francis Lun, general manager Fullbright Securities Hongkong. ''Krisis keuangan di AS bisa menyerang siapa saja dan akhirnya membutuhkan pertolongan. Jika perusahaan asuransi terbesar bisa bangkrut, apalagi yang lain,'' lanjutnya.

Sehari setelah US Federal Reserve atau The Fed (bank sentral AS) mengucurkan pinjaman darurat untuk menyelamatkan American International Group (AIG) Inc., salah satu asuransi terbesar di dunia, dari ancaman kebangkrutan, Wall Street mempertanyakan perusahaan mana lagi yang akan menjadi korban.

Rabu lalu (17/9) merupakan hari keempat secara berturut-turut sistem keuangan AS diterpa gejolak. Itu dimulai dengan berita bangkrutnya perusahaan investasi terbesar keempat di AS, Lehman Brothers, Minggu malam (14/9) atau Senin WIB (15/9) (www.jawapos.co.id)
universitas surabaya gitu loh

No comments: