Pages

Monday, 6 October 2008

Rp 76 M untuk Hibah Sekolah Swasta - Universitas surabaya gitu loh

SURABAYA - Pemkot tak hanya menaruh perhatian terhadap sekolah negeri, tapi juga swasta. Hal tersebut tecermin dari besarnya anggaran yang disediakan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2008, yakni mencapai Rp 76 miliar. Anggaran sebesar itu akan diberikan dalam bentuk hibah.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini mengatakan, survei yang dilakukannya menunjukkan bahwa tidak semua sekolah swasta terbilang mampu. Persentase sekolah swasta yang mapan justru sangat kecil. "Dana hibah itulah yang bakal digunakan untuk membantu sekolah swasta. Tahun ini, jumlah penerimanya 139 sekolah swasta," terangnya.

Dia menjelaskan, pemkot tak mungkin membiarkan sekolah-sekolah kecil mati karena kekurangan dana. Sebab, hal tersebut hanya akan menambah jumlah anak putus sekolah. "Tidak semua orang bisa dan mau menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Di sisi lain, pemkot masih kekurangan jumlah sekolah negeri, mulai SD hingga SMA. Dengan demikian, kami harus maksimalkan peran sekolah swasta untuk menampung anak putus sekolah," imbuhnya.

Karena itu, lanjut Risma, pemkot telah menganggarkan Rp 76 miliar untuk hibah sekolah swasta dalam bentuk bantuan operasional sekolah (BOS). Untuk jenjang SD, total ada 85.691 anak yang bakal mendapatkan bantuan sebesar Rp 29 ribu selama enam bulan. Untuk SMP, jumlahnya 69.791 anak, masing-masing mendapatkan Rp 70.500.

Tak hanya melalui PAK, pemkot juga sudah menganggarkan kebutuhan sekolah swasta dalam APBD 2009. "Jumlah penerima dan nominalnya sama. Tapi, faktor pengalinya lebih banyak, yakni 12 bulan. Dengan begitu, total anggaran yang dialokasikan pemkot untuk sekolah swasta tahun depan mencapai Rp 152 miliar," ungkapnya.

Risma menjelaskan, format bantuan dalam bentuk hibah ditujukan agar dana tersebut lebih cepat dicairkan. Untuk saat ini, jenisnya masih sebatas hibah berupa BOS. Nominalnya sama dengan kebutuhan siswa sekolah negeri. "Ada juga hibah untuk pembangunan gedung. Yang satu itu akan diberikan setelah ada survei dari dinas pendidikan (Dispendik, Red)," ucapnya.

Posisi Dispendik dalam hibah pembangunan gedung tersebut lebih bersifat merespons. Artinya, sekolah mengajukan permohonan terlebih dulu, kemudian Dispendik menindaklanjuti dengan survei. Besar kecilnya dana bergantung kerusakan gedung sekolah. "Artinya, bantuan untuk tiap sekolah berbeda, bergantung kebutuhan. (kit/fat) (www.jawapos.co.id)

universitas surabaya gitu loh

No comments: