[ Sabtu, 04 Oktober 2008 ]
JAKARTA - Penggunaan melamin untuk campuran susu, ternyata, tidak hanya ditemukan pada produk Tiongkok. Hal itu ditandai dengan ditemukannya kandungan melamin pada produk susu formula untuk bayi asal Selandia Baru bermerek Lactoferrin.
Yang kali pertama kali menemukan hal itu adalah otoritas kesehatan dan pengawas makanan Korea Selatan yang mengimpor produk tersebut dari Selandia Baru. Lactoferrin diproduksi perusahaan Tatua Cooperatif Diary. Korsel telah melarang semua produk buatan perusahaan itu sambil menunggu pengujian lebih lanjut.
Mendengar kabar itu, pemerintah Indonesia langsung menyiapkan langkah antisipasi terhadap produk yang dikhawatirkan membahayakan tersebut. Jubir Departemen Kesehatan Lily Sulistyawati mengemukakan, Depkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama untuk melakukan antisipasi.
"Hingga kini, belum ditemukan kasus medis akibat susu berkandungan melamin dari Tiongkok. Ini yang membuat pentingnya antisipasi, yakni mencegah terlebih dahulu sebelum timbulnya korban," ujarnya di Jakarta kemarin (3/10).
Lily mengemukakan bahwa BPOM sebagai otoritas pengawas telah melakukan pengujian secara berkala, termasuk bila benar ditemukan produk susu bermelamin dari Selandia Baru. "Jadi, meski lolos uji, bukan berarti setelah itu tidak lagi dites. Pengetesan terus dilakukan untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan," paparnya. Apalagi, ditemukan susu bayi asal Selandia Baru yang mengandung melamin.
Heboh susu Tiongkok yang mengandung melamin sangat ditakutkan ibu-ibu yang membutuhkan asupan susu untuk anaknya. "Padahal, tidak ada susu bayi di Indonesia yang diimpor dari Tiongkok," imbuhnya.
Lily menambahkan, aparat BPOM memiliki penanganan khusus bagi produk-produk Tiongkok yang telah beberapa kali membuat masyarakat waswas. Sebelum ditemukan susu berkandungan melamin yang bisa merusak fungsi otak, sebagian produk kosmetik dan mainan anak asal Negeri Panda tersebut juga mengandung bahan-bahan yang membahayakan.
"Saya heran dengan pemerintah Tiongkok. Kok, tega-teganya mereka dengan masyarakat mereka sendiri," katanya.
Berdasar pemeriksaan laboratorium BPOM, semua sampel produk susu asal Tiongkok positif mengandung melamin 8,51 mg/kg (ppm)-945,86 mg/kg. Enam produk susu asal Tiongkok yang terdaftar di BPOM terbukti mengandung melamin. Yakni, Guozhen (susu bubuk full cream), dua produk Oreo (stick wafer), dua produk M&M's (kembang gula), dan Snickers (biskuit).
Melamin juga ditemukan dalam enam produk ilegal asal Tiongkok lainnya. Yakni, kembang gula White Rabbit (kemasan biru dan kemasan merah), keduanya produksi Shanghai Guan Sheng Yuan; Soybean Drink with Milk (kemasan hijau dan kemasan kuning), keduanya produksi Wuzhou Bingquan Industrial Shareholding Co., Ltd. Kemudian, Soyspring Instant Milk Cereal dan Soyspring Instant Peanut Milk yang juga diproduksi Wuzhou Bingquan Industrial Shareholding. (iw/nw)
Monday, 6 October 2008
universitas-surabaya-gitu-loh Susu Asal Selandia Baru Juga Berbahaya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment