<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281</id><updated>2009-10-29T10:16:31.750-07:00</updated><title type='text'>Universitas Surabaya gitu loh</title><subtitle type='html'>Wadah penampung aspirasi warga "Universitas Surabaya Gitu Loh" ^^</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-6043071111333608328</id><published>2008-10-09T03:59:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T04:00:15.898-07:00</updated><title type='text'>Jamsostek Potensi Rugi Rp 5,4 Triliun</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-position: initial initial; "&gt;&lt;div class="tglgray"&gt;[&lt;a href="http://universitassurabayagituloh.blogspot.com"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/a&gt;,  Kamis, 09 Oktober 2008 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="judulsedang"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="textsedang"&gt;Merosotnya harga saham di lantai bursa terus memakan korban. Kali ini perusahaan asuransi tenaga kerja BUMN PT Jamsostek (Persero) yang mengaku menelan kerugian hingga triliunan rupiah. Akibat portofolio sahamnya anjlok, Jamsostek memperkirakan menderita &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;potential loss&lt;/span&gt; senilai Rp 5,4 triliun.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, angka Rp 5,4 triliun itu dihitung berdasar selisih saat indeks harga saham mencapai titik tertinggi di level 2.830,26 hingga level terendah saat transaksi bursa dihentikan. ''Itu penurunan nilai investasi,'' ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN kemarin (8/10).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Rp 62 triliun dana yang dikelola Jamsostek, menurut dia, portofolio investasi terbesar masih dialokasikan pada obligasi 46 persen, deposito 30 persen, dan saham 20 persen. Meski hanya 20 persen, investasi di pasar saham tetap signifikan, yakni sekitar Rp 12,4 triliun. ''Nilai investasi inilah yang tergerus akibat anjloknya harga saham.''&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi pasar yang terpuruk, lanjutnya, juga memengaruhi proyeksi laba bersih Jamsostek tahun ini. Menurut dia, realisasi laba perseroan diprediksi hanya tercapai 98 persen dari target Rp 1,117 triliun. ''Tapi tetap di atas Rp 1 triliun,'' katanya. Terpuruknya pasar saham seperti saat ini membuat manajemen lebih &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;prudent&lt;/span&gt; (hati-hati) dan bijaksana dalam mengelola investasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejauh ini, portofolio investasi Jamsostek masih didominasi pendapatan tetap, yaitu deposito dan obligasi. Saat ini, Jamsostek memiliki deposito Rp 20 triliun yang tersebar di sejumlah bank. Seperti di BRI sekitar Rp 3 triliun, BNI Rp 2,7 triliun, dan Bank Mandiri kurang dari Rp 1 triliun. Selebihnya tersebar di BTN, Bank Ekspor Indonesia, dan sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;''Karena itu, kami memutuskan untuk berhenti menambah penempatan dana pada saham. Dalam kondisi seperti sekarang ini, lebih aman ditempatkan di deposito,'' jelasnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari mancanegara, bank sentral seluruh dunia melakukan langkah darurat untuk menyelamatkan bursa global dari kebangkrutan. Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dan Europe Central Bank (ECB) kemarin memangkas suku bunga untuk membasahi likuiditas di pasar finansial yang masih kekeringan. Langkah serupa juga dilakukan beberapa bank sentral lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yakni Bank of England, Bank of Canada, Bank Sentral Swedia, dan Bank Sentral Swiss. Mereka rata-rata memangkas suku bunga 50 basis poin (bps) atau 0,5 persen. The Fed menurunkan suku bunga dari 2 persen menjadi 1,5 persen. BoE dari 5 persen menjadi 4,5 persen, sedangkan ECB dari 4,15 persen menjadi 3,75 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Asia, Bank Sentral Tiongkok menurunkan suku bunga pinjaman berjangka satu tahun sebesar 0,27 persen. Sedangkan Bank of Japan, meski tidak berpartisipasi dalam pemangkasan suku bunga, menyatakan mendukung langkah yang diambil bank-bank sentral Eropa dan Amerika. ''Pemotongan suku bunga sangat penting untuk menginjeksi dan merekapitalisasi perbankan yang sangat butuh dana,'' kata Marc Chandler, &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;global head of currency strategy&lt;/span&gt; Brown Brothers Harriman, perusahaan konsultan finansial, seperti dikutip dari &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Associated Press&lt;/span&gt; kemarin (8/10).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keputusan yang diambil secara mendadak itu menyusul anjloknya bursa-bursa saham Asia dan Eropa. Indeks Nikkei 225 melorot hampir 10 persen dan merupakan yang terburuk dalam dua puluh tahun terakhir. Sedangkan indeks Dow Jones di Bursa Efek New York (NYSE) -meski sempat terangkat 2 persen pada sesi pembukaan tadi malam- kembali melemah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, AS menghadapi penurunan harga saham terbesar mendekati masa Depresi Besar (&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Great Depression&lt;/span&gt;) pada 1929-1930. Kala itu juga terjadi kepanikan di mana semua investor melepas sahamnya. Menurut &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Wikipedia&lt;/span&gt;, hingga akhir 1954, bursa tidak pernah kembali seperti sebelum 1929. Ekonom Richard M. Salsman menyebut, siapa pun yang membeli saham pada pertengahan 1929 dan menyimpannya, mereka akan melewati masa tua tanpa pernah melihat harga sahamnya kembali. &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;(owi/sof/oki)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-6043071111333608328?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/6043071111333608328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=6043071111333608328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/6043071111333608328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/6043071111333608328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/jamsostek-potensi-rugi-rp-54-triliun.html' title='Jamsostek Potensi Rugi Rp 5,4 Triliun'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-2810928152277270934</id><published>2008-10-09T03:58:00.001-07:00</published><updated>2008-10-09T03:59:49.768-07:00</updated><title type='text'>Saham Unggulan BEI Undervalued</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-position: initial initial; "&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://www.jawapos.co.id/imgall/6/imgori/28200large.jpg" mce_src="http://www.jawapos.co.id/imgall/6/imgori/28200large.jpg" alt="" style="border-style: initial; border-color: initial; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tglgray"&gt;[ &lt;a href="http://universitassurabayagituloh.blogspot.com"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/a&gt;, Kamis, 09 Oktober 2008 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="judulsedang"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;Fundamental Kukuh, Harga Terlalu Murah&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="textsedang"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;SURABAYA - &lt;/span&gt;Di tengah kepanikan, selalu tersimpan harapan. Jika jeli memelototi angka-angka statistik emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini adalah momentum yang tepat untuk membeli saham. Mengapa? Harga saham-saham unggulan sudah &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;undervalued&lt;/span&gt; (di bawah nilai wajar). Ini bisa dilihat dengan membandingkan PER (&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;price to earning ratio&lt;/span&gt;) yang rendah, sementara itu kinerja keuangan masih sangat indah.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, juga bisa dipakai analisis teknikal. Kemerosotan hingga hampir 50 persen dalam kurun kurang dari setahun, sudah sangat rendah. Lupakan situasi global. Harga-harga saham unggulan saat ini sudah sangat murah. Karena itu tak ada alasan untuk takut membeli. Hanya, yang tidak bisa diprediksi, berapa lama hingga indeks kembali melambung tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengamat pasar modal Alfatih mengakui tidak ada masalah dengan fundamental perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI. ''Dalam sepekan terakhir ini, pasar tidak digerakan oleh fundamental. Namun lebih karena sentimen dan kebutuhan likuiditas,'' kata Alfatih kepada &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Jawa Pos&lt;/span&gt; kemarin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata Alfatih, &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;fund manager&lt;/span&gt; membutuhkan dana tunai sehingga menjual portofolio efek meski saham perusahaan yang mereka koleksi bagus. "Untuk investor ritel, pilihan menjual karena terbatasnya dana yang mereka miliki. Sehingga saat indeks anjlok ya pilihannya keluar.''&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang sejumlah saham unggulan kehilangan kapitalisasi pasar dalam jumlah besar. Jika dihitung sejak awal tahun hingga saat &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;halting&lt;/span&gt; kemarin, saham seperti PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Astra International (ASII), dan Bank Mandiri kehilangan kapitalisasi antara 30-63 persen. Turunnya harga ini membuat PER (&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;price to earning ratio&lt;/span&gt;) efek-efek tersebut menjadi sangat rendah (lihat grafis). Karena itu, para pengamat pasar modal menyarankan agar investor tidak emosional dalam mengambil keputusan langsung menjual saham dengan fundamental bagus. ''Rasionalnya seperti itu. Kalau irasional, ya menjual sebelum harganya turun lagi akibat krisis finansial,'' kata Leo Herlambang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun Ikhsan Binarto menyarankan agar investor menahan aksi jual. Tentu saja dengan mempertimbangkan produk emiten maupun kinerjanya. Setelah itu menambah saham saat harganya masih &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;undervalued&lt;/span&gt;. ''Saham yang perlu ditahan adalah saham di sektor perbankan maupun pertambangan batu bara.'' &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ditambahkan Alfatih, pembelian tersebut harus dilakukan secara rasional. Yakni dengan bertahap. "Saat ini market dunia belum pulih dari krisis. Masih menunggu hasil &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;bailout&lt;/span&gt; AS dan Inggris yang hasilnya tidak bisa serta merta terwujud. Karena itu investor lebih aman pegang &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;cash&lt;/span&gt;.'' &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;(aan/fan)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-2810928152277270934?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/2810928152277270934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=2810928152277270934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2810928152277270934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2810928152277270934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/saham-unggulan-bei-undervalued.html' title='Saham Unggulan BEI Undervalued'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-8559215406865369498</id><published>2008-10-09T03:58:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T03:59:22.834-07:00</updated><title type='text'>Hari Ini Bursa Efek Indonesia Masih Tutup</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.jawapos.co.id/imgall/3/imgori/28274large.jpg" mce_src="http://www.jawapos.co.id/imgall/3/imgori/28274large.jpg" alt="" style="border-style: initial; border-color: initial; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="tglgray"&gt;[ &lt;a href="http://universitassurabayagituloh.blogspot.com"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/a&gt;, Kamis, 09 Oktober 2008 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="judulsedang"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="textsedang"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;JAKARTA&lt;/span&gt; - Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kian mengkhawatirkan. Kemarin (8/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) terperosok makin dalam, sehingga memaksa BEI menghentikan perdagangan mulai pukul 11.08 JATS (Jakarta Automated Trading System).&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk kali pertama sepanjang sejarah, transaksi dihentikan di tengah jalan karena penurunan harga dinilai tidak wajar. Saat disuspen, IHSG anjlok 168,52 poin (10,38 persen) ke titik 1.451,669 dengan nilai transaksi hanya Rp 952,165 miliar. Itu merupakan indeks terendah sejak September 2006.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dirut BEI Erry Firmansyah menyatakan, penurunan harga saham sudah sangat irasional. Otoritas bursa akan terus memeriksa detail transaksi yang terjadi sebelum perdagangan dihentikan. ''Tapi, masih belum bisa dipastikan apakah ada transaksi ilegal,'' katanya di Jakarta kemarin (8/10).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom menuturkan, dalam kondisi seperti saat ini, otoritas dan regulator tidak bisa membiarkan mekanisme pasar mengatur harga saham. ''Jadi, harus dihentikan sementara untuk memberi kesempatan pasar mempertimbangkan keputusan secara rasional,'' ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam rapat di kantor Ditjen Pajak hingga tadi malam, transaksi bursa hari ini diputuskan tetap dihentikan. Rapat yang dihadiri pejabat Bapepam-LK dan BEI itu, dipimpin Dirjen Pajak Darmin Nasution karena kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany masih di luar negeri. Darmin sebelumnya pernah menjabat kepala Bapepam-LK. ''Besok bursa masih disuspen,'' terang Direktur BEI Guntur Pasaribu dalam pesan singkatnya kepada &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Jawa Pos&lt;/span&gt; dini hari tadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, rapat kabinet menteri ekonomi dan Dirut BUMN di Kantor Presiden tadi malam memutuskan mengumpulkan dana dari 14 BUMN untuk melakukan &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;buyback&lt;/span&gt; saham-saham pemerintah di BEI sebatas kemampuan finansial mereka. Pemerintah hari ini menggelar rapat kabinet untuk memutuskan saham-saham yang dibeli dari bursa. ''Daftar saham yang akan dibeli sudah diinventarisasi, tapi nilai dana yang akan dimasukkan ke bursa masih menunggu rapat besok (hari ini),'' ujar Ketua Umum Kadin M.S. Hidayat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rapat yang dimulai pukul 22.30 tersebut dihadiri Menteri Keuangan &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;ad interim &lt;/span&gt;Sofyan Djalil, Mensesneg Hatta Rajasa, Menseskab Sudi Silalahi, dan Deputi Gubernur BI Miranda Swaray Gultom. Hadir pula sejumlah Dirut BUMN, di antaranya Wadirut PLN Rudiantara, Dirut Pertamina Ari Soemarno, dan Dirut BRI Sofyan Basir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harga saham-saham unggulan kemarin memang merosot cukup tajam, sehingga terkena &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;auto rejection&lt;/span&gt;. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) terjun bebas Rp 1.200 atau 23,3 persen menjadi Rp 3.950. Kemudian, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) drop Rp 1.750 (25 persen) menjadi Rp 5.250. Lalu, PT Astra Internasional Tbk (ASII) anjlok Rp 3.200 (20 persen) menjadi Rp 12.800.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Investor domestik panik karena asing sudah melepas aset-aset rupiahnya untuk membeli dolar AS. Terlebih, ada rekomendasi negatif dari JP Morgan Chase &amp;amp; Co, salah satu bank terbesar AS, untuk menjauhi surat utang Indonesia. Itu membuat makin panik. ''Yang &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;net sell &lt;/span&gt;justru lebih banyak investor domestik,'' ujar analis PT Optima Securities Ikhsan Binarto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Analis PT Bhakti Capital Budi Ruseno mengungkapkan, pasar domestik saat ini terus panik dan terpengaruh sentimen global. ''Wajar kalau otoritas bursa memberikan kesempatan kepada investor agar tidak panik lagi dengan suspensi,'' katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam jangka menengah, Budi optimistis harga bisa &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;rebound&lt;/span&gt;. Sebab, kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa masih cukup baik. Begitu pula dengan situasi makroekonomi yang masih kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Nikko Securities Adler H. Manurung menyatakan, penghentian perdagangan sebaiknya dilakukan saat &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;close market&lt;/span&gt; sesi I. ''Sebab, kalau suspensi dilakukan di tengah jalan seperti tadi siang (kemarin), justru merusak bursa. Itu patut disesalkan,'' tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut dia, jika otoritas bursa ingin mengondusifkan pasar, setiap langkah yang diambil harus benar-benar menenangkan. ''&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Nah&lt;/span&gt;, kalau seperti tadi, justru merusak integritas bursa,'' ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menteri BUMN Sofyan Djalil menyebutkan, langkah suspensi merupakan tanggung jawab BEI untuk mengondusifkan pasar modal dan meredam kepanikan. ''Supaya kepanikan berkurang dan orang (investor, Red) bisa berpikir ulang,'' ucapnya kemarin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Sofyan yang hingga kemarin siang menjabat Plt menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani yang melawat ke luar negeri, langkah BEI didasarkan pada pertimbangan teknis setelah berkonsultasi dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam-LK). ''Sebab, kalau harga (IHSG) turun sampai 10 persen, mereka bisa melakukan suspensi,'' jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi pasar modal Indonesia memang harus dicermati secara komprehensif untuk melihat detail berbagai aspek yang menggerakkan. ''Saya melihat ada &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;irregularities&lt;/span&gt; (hal yang tidak wajar),'' tegasnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menilai, anjloknya pasar modal Indonesia dipicu kepanikan yang berlebihan, sehingga di luar kewajaran. Sebab, penurunan pasar saham lain di luar negeri tidak separah Indonesia karena hanya 2-4 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski tidak dalam kondisi biasa pun, banyak negara yang sudah melakukan suspensi perdagangan bursanya. ''Misalnya, Rusia sudah menyuspensi lebih 2-3 hari,'' terangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat kritisnya kondisi finansial, Plt menko perekonomian sekaligus Menkeu Sri Mulyani Indrawati meninggalkan pertemuan di Dubai dan kembali ke Indonesia. Dia semestinya mengikuti pertemuan ASEAN Finance Minister Meeting di Dubai, Uni Emirate Arab, hingga 9 Oktober. ''Menkeu balik untuk berkoordinasi dengan kita,'' ujar Direktur BEI Eddy Sugito.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;BI Jaga Rupiah&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk menjaga agar pergerakan nilai tukar rupiah tidak terlalu tajam. Cadangan devisa Indonesia masih cukup kuat untuk mempertahankan nilai tukar rupiah di tingkat yang wajar. Meski sempat merosot tajam Selasa (7/10), bank sentral beranggapan nilai tukar masih berada pada ambang wajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;''Dibanding posisi awal tahun, depresiasinya baru 2 persen,'' jelas Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom kemarin (8/10). Dia menyatakan, cadangan devisa Indonesia masih setara dengan 4,5 bulan impor. ''Cadangan devisa kita masih sangat memadai,'' kata Miranda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda dari saham yang anjlok drastis, rupiah pada perdagangan kemarin hanya menurun tipis 35 poin ke posisi 9.595 per USD. Deputi Gubernur BI Budi Mulya menegaskan, BI tidak pernah menargetkan nilai tukar rupiah. Namun, yang terpenting adalah menjaga volatilitasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nilai tukar rupiah tidak anjlok karena asing masih mengoleksi SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dalam jumlah besar. Menurut Budi, kepemilikan asing atas SBI masih Rp 20 triliun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Dradjad Hari Wibowo menuturkan, kemampuan BI menahan nilai tukar rupiah tidak terlalu besar. Dia memperingatkan agar BI tidak memaksakan diri membuat nilai tukar menguat. Pelemahan nilai tukar rupiah bisa saja digunakan untuk meningkatkan daya saing ekspor. Yang terpenting, BI bisa menjaga agar volatilitasnya tidak terlalu lebar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ikhsan Mojo menambahkan, BI tidak bisa menggunakan ukuran tradisional kebutuhan bulan impor untuk mengukur cadangan devisa. Sebab, dalam satu krisis, pergerakan kurs dan pelarian modal sangat cepat dan menyebabkan tergerusnya nilai riil dari cadangan devisa secara instan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kasus Indonesia, hal itu ditambah fakta bahwa separo cadangan devisa didenominasikan dalam aset dolar AS, seperti US Treasury Bond yang saat ini nilainya tertekan. ''Salah kaprah jika dikatakan cadangan devisa Indonesia aman,'' kata Ikhsan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah jebloknya rupiah dan saham, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono justru sempat menonton film bersama sejumlah menterinya. Film &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Laskar Pelangi&lt;/span&gt; yang disaksikan SBY berkisah tentang sisi buram pendidikan dasar di pulau kaya penghasil timah, Belitong. Presiden dan Ibu Negara sekitar pukul 19.00 tiba di Blitz Megaplex Grand Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah menteri tampak mendampingi presiden. Di antaranya, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo Muhammad Nuh, Menbudpar Jero Wacik, dan Mensesneg Hatta Radjasa. Hadir pula sutradara Riri Reza, produser Mira Lesmana, penulis novel &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Laskar Pelangi&lt;/span&gt; Andrea Hirata, 12 anak Belitong yang menjadi tema sentral film &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Laskar Pelangi&lt;/span&gt;, serta 3.500 siswa dari Belitong.&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;(sof/owi/wir/noe/iw/oki) www.jawapos.co.id&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-8559215406865369498?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/8559215406865369498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=8559215406865369498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8559215406865369498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8559215406865369498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/hari-ini-bursa-efek-indonesia-masih.html' title='Hari Ini Bursa Efek Indonesia Masih Tutup'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-2921991317317132762</id><published>2008-10-09T03:53:00.001-07:00</published><updated>2008-10-09T03:58:36.908-07:00</updated><title type='text'>Kaka Kembali Perkuat Timnas Brazil</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-position: initial initial; "&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://www.jawapos.co.id/imgall/2/imgori/28342large.jpg" mce_src="http://www.jawapos.co.id/imgall/2/imgori/28342large.jpg" alt="" style="border-style: initial; border-color: initial; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tglgray"&gt;[ &lt;a href="http://universitassurabayagituloh.blogspot.com"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/a&gt;, Kamis, 09 Oktober 2008 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="judulsedang"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="textsedang"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;SAO PAOLO&lt;/span&gt; - Banyak hal yang membuat seorang pemain tidak bisa membela tim nasional (timnas). Salah satunya ialah cedera. Itu pula yang dialami Kaka, bintang Timnas Brazil yang bermain di AC Milan. Sudah sebelas bulan Kaka absen berkostum Selecao -sebutan Timnas Brazil. &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kali terakhir pemain 26 tahun itu membela Brazil adalah lawan Uruguay di kualifikasi PD 2010 Zona Conmebol pada 21 November 2007. Dalam laga di Stadion Morumbi, San Paulo, tersebut, Brazil menang 2-1 berkat dua gol Luis Fabiano. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi, sejak laga itu, Kaka tidak pernah lagi membela Brazil. Cedera lutut memaksa Pemain Terbaik Dunia 2007 tersebut melewatkan sekitar delapan laga Selecao, baik di ajang kualifikasi PD 2010 maupun uji coba. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Nah&lt;/span&gt;, lanjutan kualifikasi PD 2010 akhir pekan ini bakal menjadi &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;comeback&lt;/span&gt; Kaka. ''Saya bahagia kembali ke timnas dan berharap bisa mentransformasikan kebahagiaan saya di lapangan,'' tutur Kaka kepada &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Globo&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dunga, pelatih Brazil, ikut antusias menyambut Kaka. Kontribusi Kaka sangat dibutuhkan Brazil saat melawat ke Venezuela (12/10) dan menjamu Kolombia (15/10). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;''Sudah lama kami menghitung hari kapan dia (Kaka, Red) bisa kembali ke timnas. Siapa pun tahu siapa dia dan bagaimana kualitasnya,'' kata Dunga di &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;training camp&lt;/span&gt; Brazil di Teresopolis sebagaimana dilansir &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Associated Press&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kaka diharapkan mengisi kekosongan lini depan Selecao yang kehilangan Luis Fabiano karena cedera paha dan Ronaldinho yang tidak dipanggil karena performanya menurun. Saat lawan Venezuela, Kaka yang mengoleksi 59 &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;caps &lt;/span&gt;dan 22 gol itu bakal dimainkan Dunga untuk menambah daya gedor Brazil bersama Robinho, Amantino Mancini, dan Adriano atau Joao ''Jo'' Alves.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;''Tapi, saya tidak mau berekspektasi lebih tentang Kaka karena dia lama tak bermain di timnas. Sekalipun dia punya segalanya, tidak ada perlakuan istimewa kepadanya,'' ucap Dunga. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Brazil kini menduduki peringkat kedua klasemen sementara Zona Conmebol dengan 13 poin dari delapan laga. Posisi pertama dihuni Paraguay dengan 17 poin. Dengan regulasi bahwa empat tim teratas lolos langsung ke putaran final di Afsel sedangkan peringkat kelima menjalani &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;playoff&lt;/span&gt; lawan peringkat keempat Zona CONCACAF, posisi Brazil belum dibilang aman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Argentina dan Cile berada di peringkat ketiga dan keempat ikut mengoleksi 13 poin. Sedangkan Uruguay di peringkat kelima dengan 12 poin. ''Penampilan tim kami belum stabil dan perjuangan masih panjang,'' tegas Dunga yang merujuk hasil imbang (0-0) timnya saat menjamu Bolivia pada 10 September lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain Kaka, ada beberapa pemain lain yang juga &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;comeback &lt;/span&gt;ke timnas. Sebut saja strikerInggris Peter Crouch, gelandang bertahan Prancis Patrick Vieira, kapten Jerman Michael Ballack, hingga bintang Portugal Cristiano Ronaldo. Bahkan, jika dimainkan pada akhir pekan ini, mereka menjalani debut di kualifikasi PD 2010 Zona Eropa. ''Kembalinya pemain sekelas Patrick Vieira adalah nilai plus bagi kami,'' terang Raymond Domenecah, arsitek Prancis, kepada &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;AFP&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Vieira, 32 tahun, absen membela Les Bleus -julukan Timnas Prancis- selama lebih dari tujuh bulan terakhir atau sejak uji coba lawan Spanyol pada 6 Februari lalu. Peran Vieira jelas sangat vital untuk mendongkrak penampilan Prancis yang lambat panas di grup 7 Zona Eropa. Gelandang Inter Milan dengan 105 &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;caps&lt;/span&gt; itu, tampaknya, akan dipercaya mengenakan lagi ban kapten Les Bleus kala menantang tuan rumah Rumania pada Sabtu nanti (11/10). (&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;dns/ca&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-2921991317317132762?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/2921991317317132762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=2921991317317132762' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2921991317317132762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2921991317317132762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/kaka-kembali-perkuat-timnas-brazil.html' title='Kaka Kembali Perkuat Timnas Brazil'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-8626530757687453892</id><published>2008-10-09T03:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T03:58:08.388-07:00</updated><title type='text'>Enam Pilar Kembali, Timnas Jerman Percaya Diri</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-position: initial initial; "&gt;&lt;div class="tglgray"&gt;[ &lt;a href="http://universitassurabayagituloh.blogspot.com"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/a&gt;&lt;a href="http://universitassurabayagituloh.wordpress.com/" mce_href="http://universitassurabayagituloh.wordpress.com"&gt;, &lt;/a&gt;Kamis, 09 Oktober 2008 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="judulsedang"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="textsedang"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;DORTMUND&lt;/span&gt; - Jerman menghadapi lawan tangguh di lanjutan kualifikasi PD 2010 pada Sabtu nanti (11/10). Lawan itu adalah Rusia yang naik daun sebagai semifinalis Euro 2008 di Austria-Swiss pada Juni lalu. Rusia boleh dibilang saingan sepadan Jerman di grup 4 zona Eropa.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski begitu, Der Panzer (sebutan Jerman) menyongsong laga di Signal Iduna Park, Dortmund, itu dengan kepercayaan diri tinggi. Bukan semata karena bermain &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;home&lt;/span&gt;, melainkan &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;comeback&lt;/span&gt;-nya enam pilar yang melegakan pelatih Jerman Joachim Loew.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka adalah jenderal lapangan tengah Michael Ballack, gelandang bertahan Torsten Frings, bek tengah Per Martesacker, bek kanan Arne Friderich, gelandang muda Jermaine Jones, dan kiper Rene Adler. Di dua laga awal Jerman, lawan Liectenstein dan Finlandia bulan lalu, enam pemain itu absen karena cedera. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya senang dengan skuad sekarang. Sebab, 18 di antara 22 pemain sekarang merupakan tim di Euro 2008 (tampil sebagai finalis, Red)," kata Loew kepada &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;CNN&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Loew mengakui, skuad Jerman di Euro 2008 masih solid minus kiper Jens Lehmann yang sudah pensiun. "Sangat riskan mencoba pemain baru," tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Der trainer (pelatih) berusia 48 tahun itu belajar dari pengalaman saat Jerman ditahan imbang 3-3 Finlandia pada 10 September lalu. Kala itu Loew mencoba pasangan baru di jantung pertahanan, yakni Heiko Westermann-Serdar Tasci. Namun, hasilnya kurang menggembirakan. Gawang Jerman kebobolan dalam tempo sepuluh menit di babak pertama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Dengan adanya Mertesacker dan Frings, saya yakin pertahanan kami jauh lebih baik dibandingkan lawan Finlandia lalu," tutur Loew yang menjadi asisten pelatih Juergen Klinsmann di Piala Dunia 2006. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di lain pihak, Jerman bakal diuntungkan karena Rusia dikabarkan kehilangan bomber utama Roman Pavlyuchenko yang cedera engkel. Kabar itu diterima dari klub Pavlyuchenko, Tottenham Hotspur. "Roman (Pavlyuchenko) butuh istirahat tiga pekan karena ligamen pada engkelnya robek," terang juru bicara Tottenham seperti dikutip &lt;span class="Apple-style-span" mce_name="em" mce_style="font-style: italic;" style="font-style: italic; "&gt;Sportinglife&lt;/span&gt;. (&lt;span class="Apple-style-span" mce_name="strong" mce_style="font-weight: bold;" style="font-weight: bold; "&gt;dns/ca&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-8626530757687453892?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/8626530757687453892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=8626530757687453892' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8626530757687453892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8626530757687453892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/enam-pilar-kembali-timnas-jerman.html' title='Enam Pilar Kembali, Timnas Jerman Percaya Diri'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-8395386723342264868</id><published>2008-10-09T03:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T03:52:28.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hotel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ganti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hyatt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Kontrak Habis, Hyatt Ganti Nama</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 9px; "&gt;&lt;div class="tglgray" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(153, 153, 153); "&gt;[ &lt;a href="http://universitassurabayagituloh.blogspot.com"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/a&gt;, Kamis, 09 Oktober 2008 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="judulsedang" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 13px; font-weight: bold; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 5px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="textsedang" align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; "&gt;SURABAYA - Manajemen hotel internasional di Surabaya terus berkurang. Pasalnya, Hyatt Regency di kawasan Basuki Rachmat akan berganti nama menjadi Hotel Bumi Surabaya per 1 November nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian ini menambah panjang daftar jaringan hotel internasional yang mengakhiri kontraknya di Surabaya selama empat tahun terakhir. Sebelumnya, jaringan internasional yang juga berakhir kontraknya adalah Radisson, Mandarin Oriental, dan Hilton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Public Relations&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Manager &lt;/i&gt;Hotel Hyatt Regency Surabaya Prima Soemarso mengatakan, kontrak akan berakhir pada 31 Oktober sehingga pada 1 November pihaknya berganti manajemen. ''Hanya itu yang bisa kami jelaskan. Akan ada keterangan lebih lanjut setelah manajemen siap,'' ujarnya kemarin (9/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihubungi terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Yulianto Sochebu menuturkan, berakhirnya kontrak dengan &lt;i&gt;brand &lt;/i&gt;atau manajemen asing adalah soal biasa. Dia menduga pemilik hotel bisa menemukan sistem pengelolaan yang setara dengan dengan standar internasioal. Atau, bisa juga biaya kontrak manajemen asing kian mahal sehingga tidak diperpanjang. ''Meski berakhir, bisa juga &lt;i&gt;brand&lt;/i&gt; itu kembali lagi nanti,'' sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kontrak&lt;i&gt; brand &lt;/i&gt;hotel internasional umumnya berakhir pada tahun ketiga karena pemilik bisa mengambil alih pasar. Berakhirnya kontrak bisa juga karena kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Sebab, tidak semua &lt;i&gt;brand&lt;/i&gt;asing bisa eksis di semua tempat. &lt;b&gt;(ina/dwi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-8395386723342264868?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/8395386723342264868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=8395386723342264868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8395386723342264868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8395386723342264868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/kontrak-habis-hyatt-ganti-nama.html' title='Kontrak Habis, Hyatt Ganti Nama'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-3744275272624443086</id><published>2008-10-09T03:47:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T03:50:11.685-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='saham'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bursa efek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penurunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bursa'/><title type='text'>Bursa di Asia Terjun Bebas</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 9px; "&gt;&lt;div class="tglgray" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(153, 153, 153); "&gt;[&lt;a href="http://universitassurabayagituloh.blogspot.com"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/a&gt;,  Kamis, 09 Oktober 2008 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="judulsedang" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 13px; font-weight: bold; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 5px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="textsedang" align="justify" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; font-size: 11px; "&gt;&lt;b&gt;LONDON -&lt;/b&gt; Gejolak finansial kembali memukul bursa global kemarin (8/10). Bahkan, bursa saham dunia sempat terpuruk hingga level terendah. Tapi, keputusan beberapa bank sentral dunia memangkas tingkat suku bunga berhasil mengangkat kepercayaan sebagian pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa saham, khususnya di Eropa, akhirnya balik ke teritori positif. Indeks saham di London melonjak 0,62 persen setelah Bank of England menurunkan bunga. Padahal, bursa London sebelumnya anjlok hampir 6 persen. Sayang, situasi itu tidak bertahan lama. Setelah &lt;i&gt;rebound&lt;/i&gt;, indeks FTSE 100 di London lantas kembali merah dan turun ke level 4.397,86 pada sesi perdagangan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa saham di Paris juga menguat 0,20 persen menyusul langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga. Ini sekaligus mengangkat dari keterpurukan dan kerugian besar-besaran. Tapi, bursa Frankfurt tetap merah atau turun 0,99 persen dalam perdagangan sore kemarin. Transaksi di bursa Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, juga &lt;i&gt;rebound &lt;/i&gt;(pulih) menjelang penutupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, analis menilai terlalu dini untuk bisa bernapas lega. ''Kita masih belum sepenuhnya keluar dari masalah,'' ujar Joshua Raymond, &lt;i&gt;market strategist&lt;/i&gt; City Index. ''Kita harus lihat dulu apakah (pemangkasan suku bunga) ini berdampak lebih lama dalam memulihkan kepercayaan pasar,'' lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu beralasan. Sebab, bursa saham Asia justru ditutup merah kemarin. Bahkan, indeks Nikkei terjun bebas. Secara dramatis bursa saham Tokyo terpuruk 9,38 persen pada akhir perdagangan dan berada pada level terendah sejak Oktober 1987 menyusul &lt;i&gt;Black Monday &lt;/i&gt;di AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa Hongkong anjlok 8,2 persen dan ditutup di level terendah selama lebih dari dua tahun. Langkah otoritas moneter di sana memangkas suku bunga tak mampu memulihkan kepercayaan pasar. Bursa saham di Singapura merosot 6,6 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bursa Seoul (Korsel) anjlok 5,8 persen dan Taipei turun 5,76 persen. Sedangkan bursa di Jakarta terpuruk 10,4 persen sehingga aktivitas perdagangan dihentikan menjelang penutupan sesi pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saat ini, tak ada yang tahu secara pasti apa yang bisa dipercaya,'' ujar Hironobu Hagi, &lt;i&gt;deputy general manager &lt;/i&gt;pada&lt;i&gt;capital market division&lt;/i&gt; Shinsei Bank. ''Yang terjadi adalah &lt;i&gt;panic selling&lt;/i&gt; secara terus-menerus. Begitu para pelaku pasar melihat ada sinyal aksi jual, setiap orang berlomba-lomba mengikuti,'' tambahnya. &lt;b&gt;(AFP/dwi)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-3744275272624443086?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/3744275272624443086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=3744275272624443086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/3744275272624443086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/3744275272624443086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/bursa-di-asia-terjun-bebas.html' title='Bursa di Asia Terjun Bebas'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-6450752615349266083</id><published>2008-10-07T09:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T09:14:00.529-07:00</updated><title type='text'>Universitas surabaya gitu loh</title><content type='html'>&lt;a href="http://universitassurabayagituloh.wordpress.com/"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/a&gt; merupakan universitas yang terdapat orang-orang yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng serta di dukung tenaga pengajar yang ahli di bidangnya masing-masing.. ingin taulebih jauh tentang &lt;a href="http://universitassurabayagituloh.wordpress.com/"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/a&gt; bisa klik &lt;a href="http://universitassurabayagituloh.wordpress.com/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-6450752615349266083?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/6450752615349266083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=6450752615349266083' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/6450752615349266083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/6450752615349266083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/universitas-surabaya-gitu-loh.html' title='Universitas surabaya gitu loh'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-2570085877745259169</id><published>2008-10-06T09:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T09:32:04.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gitu loh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bantuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah swasta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hibah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='swasta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='loh'/><title type='text'>Rp 76 M untuk Hibah Sekolah Swasta - Universitas surabaya gitu loh</title><content type='html'>SURABAYA - Pemkot tak hanya menaruh perhatian terhadap sekolah negeri, tapi juga swasta. Hal tersebut tecermin dari besarnya anggaran yang disediakan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2008, yakni mencapai Rp 76 miliar. Anggaran sebesar itu akan diberikan dalam bentuk hibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini mengatakan, survei yang dilakukannya menunjukkan bahwa tidak semua sekolah swasta terbilang mampu. Persentase sekolah swasta yang mapan justru sangat kecil. "Dana hibah itulah yang bakal digunakan untuk membantu sekolah swasta. Tahun ini, jumlah penerimanya 139 sekolah swasta," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, pemkot tak mungkin membiarkan sekolah-sekolah kecil mati karena kekurangan dana. Sebab, hal tersebut hanya akan menambah jumlah anak putus sekolah. "Tidak semua orang bisa dan mau menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Di sisi lain, pemkot masih kekurangan jumlah sekolah negeri, mulai SD hingga SMA. Dengan demikian, kami harus maksimalkan peran sekolah swasta untuk menampung anak putus sekolah," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, lanjut Risma, pemkot telah menganggarkan Rp 76 miliar untuk hibah sekolah swasta dalam bentuk bantuan operasional sekolah (BOS). Untuk jenjang SD, total ada 85.691 anak yang bakal mendapatkan bantuan sebesar Rp 29 ribu selama enam bulan. Untuk SMP, jumlahnya 69.791 anak, masing-masing mendapatkan Rp 70.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya melalui PAK, pemkot juga sudah menganggarkan kebutuhan sekolah swasta dalam APBD 2009. "Jumlah penerima dan nominalnya sama. Tapi, faktor pengalinya lebih banyak, yakni 12 bulan. Dengan begitu, total anggaran yang dialokasikan pemkot untuk sekolah swasta tahun depan mencapai Rp 152 miliar," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risma menjelaskan, format bantuan dalam bentuk hibah ditujukan agar dana tersebut lebih cepat dicairkan. Untuk saat ini, jenisnya masih sebatas hibah berupa BOS. Nominalnya sama dengan kebutuhan siswa sekolah negeri. "Ada juga hibah untuk pembangunan gedung. Yang satu itu akan diberikan setelah ada survei dari dinas pendidikan (Dispendik, Red)," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Dispendik dalam hibah pembangunan gedung tersebut lebih bersifat merespons. Artinya, sekolah mengajukan permohonan terlebih dulu, kemudian Dispendik menindaklanjuti dengan survei. Besar kecilnya dana bergantung kerusakan gedung sekolah. "Artinya, bantuan untuk tiap sekolah berbeda, bergantung kebutuhan. (kit/fat) (www.jawapos.co.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-2570085877745259169?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/2570085877745259169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=2570085877745259169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2570085877745259169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2570085877745259169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/rp-76-m-untuk-hibah-sekolah-swasta.html' title='Rp 76 M untuk Hibah Sekolah Swasta - Universitas surabaya gitu loh'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-4425535947013087460</id><published>2008-10-06T09:30:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T09:31:09.381-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='polisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ijazah instant'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ijasah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ijazah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sindikat'/><title type='text'>Polisi Duga Ada Sindikat Ijasah Instant - by universitas-surabaya-gitu-loh</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Kamis Depan UTS Dipanggil Polwiltabes&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;SURABAYA&lt;/b&gt; - Tim khusus pengusutan jual beli ijazah instan Satreskrim Polwiltabes Surabaya memanggil Universitas Teknologi Surabaya (UTS) pekan depan. Panggilan itu resmi terkait dengan dugaan jual beli ijazah di universitas di Jalan Ngagel tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut AKP Radiant, kepala tim khusus pengusutan tersebut, status panggilan itu masih sebagai saksi. ''Meski telah mempunyai sejumlah dugaan, kami masih belum mengetahui pasti siapa saja yang bakal terkait dengan jual beli ijazah itu,'' katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menuturkan, polisi telah mengantongi bukti-bukti yang menguatkan indikasi adanya tindak pidana. ''Tugas kami mengetahui dan mengungkap siapa saja yang terlibat. Apakah ini kebijakan institusional atau perorangan,'' urai perwira yang juga menjabat Kanit Idik III Satreskrim Polwiltabes Surabaya tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapa saja yang akan dipanggil? Radiant menyatakan masih mendaftarnya. Namun, sangat mungkin yang ada di urutan pertama daftar pemanggilan adalah Heri Sudarsono, dekan FE (Fakultas Ekonomi) UTS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maklum, sebagai orang nomor satu di FE universitas itu, Heri bakal ditanya bagaimana kampusnya bisa ''kecolongan'', sehingga fakultasnya bisa mengeluarkan ijazah resmi untuk mahasiswa yang sama sekali tak pernah kuliah di situ.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;''Hanya, apakah nanti dia giliran pertama atau tidak, kami tentukan Senin (6/10) besok,'' jelas perwira kelahiran Makassar tersebut. Rencananya, surat panggilan itu dikirim Selasa (7/10) untuk pemeriksaan Kamis (9/10).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterangan Heri tersebut termasuk penting. Sebab, ketika dikonfirmasi &lt;i&gt;Jawa Pos&lt;/i&gt; sebelumnya, Heri bersikukuh bahwa ''mahasiswa" yang membeli ijazah tersebut merupakan mahasiswa asli. Bahkan, dia menyatakan dirinya ikut menguji skripsi mahasiswa yang bersangkutan. Padahal, tim investigasi &lt;i&gt;Jawa Pos&lt;/i&gt; tahu pasti bahwa orang yang meraih ijazah itu tak pernah kuliah di tempat tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bagian lain, kuasa hukum Heri Sudarsono, M. Sholeh, mengungkapkan bahwa kliennya tetap akan kooperatif terhadap panggilan polisi. ''Ibaratnya, dipanggil besok (hari ini, Red), klien kami pun akan berusaha mendatangi,'' tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya, dia menyatakan bahwa kliennya tetap bersikeras tak ingin sepenuhnya disalahkan. ''Sebab, berkas ijazah itu ditandatangani lebih dulu oleh rektor. Klien saya sebagai bawahan pun pasti tak bisa membantah,'' katanya. Untuk itu, Sholeh berharap polisi bisa proporsional dalam penyidikan nanti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, Radiant menuturkan, pihaknya mendapatkan indikasi bahwa ada sindikat di balik jual beli ijazah instan tersebut. ''Sama seperti yang ditulis (&lt;i&gt;Jawa Pos&lt;/i&gt;, Red), bukti awalnya sangat kuat bahwa kejahatan itu bukan ulah oknum saja,'' paparnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menambahkan, jual beli ijazah instan itu berbeda dari pembuatan ijazah aspal. ''Sebagai perbandingan, ijazah aspal saja pasti melibatkan jaringan tertentu. Apalagi ini ijazah instan yang sejatinya merupakan ijazah asli,'' tuturnya. ''Bisa dipastikan ini merupakan kejahatan tersindikat,'' tegasnya. &lt;b&gt;(ano/dos) (www.jawapos.co.id)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;untung &lt;b&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/b&gt; gak termasuk di slaah satu pergutuan tinggi yang menjual ijasah instan..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-4425535947013087460?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/4425535947013087460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=4425535947013087460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/4425535947013087460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/4425535947013087460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/polisi-duga-ada-sindikat-ijasah-instant.html' title='Polisi Duga Ada Sindikat Ijasah Instant - by universitas-surabaya-gitu-loh'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-3097715792092172679</id><published>2008-10-06T09:27:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T09:28:18.380-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melamin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selandia baru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='susu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbahaya'/><title type='text'>universitas-surabaya-gitu-loh Susu Asal Selandia Baru Juga Berbahaya</title><content type='html'>[ Sabtu, 04 Oktober 2008 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Penggunaan melamin untuk campuran susu, ternyata, tidak hanya ditemukan pada produk Tiongkok. Hal itu ditandai dengan ditemukannya kandungan melamin pada produk susu formula untuk bayi asal Selandia Baru bermerek Lactoferrin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kali pertama kali menemukan hal itu adalah otoritas kesehatan dan pengawas makanan Korea Selatan yang mengimpor produk tersebut dari Selandia Baru. Lactoferrin diproduksi perusahaan Tatua Cooperatif Diary. Korsel telah melarang semua produk buatan perusahaan itu sambil menunggu pengujian lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kabar itu, pemerintah Indonesia langsung menyiapkan langkah antisipasi terhadap produk yang dikhawatirkan membahayakan tersebut. Jubir Departemen Kesehatan Lily Sulistyawati mengemukakan, Depkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama untuk melakukan antisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hingga kini, belum ditemukan kasus medis akibat susu berkandungan melamin dari Tiongkok. Ini yang membuat pentingnya antisipasi, yakni mencegah terlebih dahulu sebelum timbulnya korban," ujarnya di Jakarta kemarin (3/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lily mengemukakan bahwa BPOM sebagai otoritas pengawas telah melakukan pengujian secara berkala, termasuk bila benar ditemukan produk susu bermelamin dari Selandia Baru. "Jadi, meski lolos uji, bukan berarti setelah itu tidak lagi dites. Pengetesan terus dilakukan untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan," paparnya. Apalagi, ditemukan susu bayi asal Selandia Baru yang mengandung melamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heboh susu Tiongkok yang mengandung melamin sangat ditakutkan ibu-ibu yang membutuhkan asupan susu untuk anaknya. "Padahal, tidak ada susu bayi di Indonesia yang diimpor dari Tiongkok," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lily menambahkan, aparat BPOM memiliki penanganan khusus bagi produk-produk Tiongkok yang telah beberapa kali membuat masyarakat waswas. Sebelum ditemukan susu berkandungan melamin yang bisa merusak fungsi otak, sebagian produk kosmetik dan mainan anak asal Negeri Panda tersebut juga mengandung bahan-bahan yang membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya heran dengan pemerintah Tiongkok. Kok, tega-teganya mereka dengan masyarakat mereka sendiri," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar pemeriksaan laboratorium BPOM, semua sampel produk susu asal Tiongkok positif mengandung melamin 8,51 mg/kg (ppm)-945,86 mg/kg. Enam produk susu asal Tiongkok yang terdaftar di BPOM terbukti mengandung melamin. Yakni, Guozhen (susu bubuk full cream), dua produk Oreo (stick wafer), dua produk M&amp;amp;M's (kembang gula), dan Snickers (biskuit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melamin juga ditemukan dalam enam produk ilegal asal Tiongkok lainnya. Yakni, kembang gula White Rabbit (kemasan biru dan kemasan merah), keduanya produksi Shanghai Guan Sheng Yuan; Soybean Drink with Milk (kemasan hijau dan kemasan kuning), keduanya produksi Wuzhou Bingquan Industrial Shareholding Co., Ltd. Kemudian, Soyspring Instant Milk Cereal dan Soyspring Instant Peanut Milk yang juga diproduksi Wuzhou Bingquan Industrial Shareholding. (iw/nw)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-3097715792092172679?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/3097715792092172679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=3097715792092172679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/3097715792092172679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/3097715792092172679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/universitas-surabaya-gitu-loh-susu-asal.html' title='universitas-surabaya-gitu-loh Susu Asal Selandia Baru Juga Berbahaya'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-6002175438142080576</id><published>2008-10-06T09:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T09:26:35.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lowongan kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lowongan'/><title type='text'>Lowongan pekerjaan yang sering muncul di warta universitas surabaya gitu loh</title><content type='html'>Akhir-akhir ini banyak banget anak2 universitas surabaya gitu loh yang ingin kerja part time.. di warta universitas surabaya gitu loh saat ini sih sedang ada rekrutmen untuk menjadikan mahasiswa-mahasiswa yang berminat menjadi seorang jurnalis di dalam tim warta universitas surabaya gitu loh... sebenarnya bergabung dengan tim jurnalis universitas surabaya gitu loh sangat menarik karena kita juga bisa mendapatkan banyak pengalaman sebagai seorang jurnalis yang handal.. pengalaman berorganisasi, mendisiplinkan waktu kita sehingga kita bisa belajar manajemen waktu dengan baik.. gimana caranya mengatur jadwal agar tidak mengganggu jadwal kerja kita dan kuliah kita bisa tertata dengan rapi... sebenarnya saya sendiri saat ini sedang bekerja di House Of Sampoerna sebagai part time cafe crew dengan gaji yang bisa dibilang lumayanlah.. sekitar 250rb/bln + uang tips hehehehe... jadi 1 bulan mungkin bisa dapet 400rb kalo lagi rame dan 350 kalo lagi sepi... hehehehe universitas surabaya gitu loh juga banyak menyediakan lowongan bagi mahasiswanya.. seperti bekerja di P-Man, gabung di tim SIM universitas surabaya gitu loh, gabung bersama sebagai asisten dosen (kalo pinter hahahahaha) dll..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-6002175438142080576?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/6002175438142080576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=6002175438142080576' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/6002175438142080576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/6002175438142080576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/lowongan-pekerjaan-yang-sering-muncul.html' title='Lowongan pekerjaan yang sering muncul di warta universitas surabaya gitu loh'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-3837474784520085183</id><published>2008-10-06T09:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T09:25:12.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puspa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lirik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu'/><title type='text'>Lirik lagu yang digemari mahasiswa universitas-surabaya-gitu-loh</title><content type='html'>&lt;p&gt;banyak banget lagu2 baru yang bermunculan akhir2 ini baik dari lokal maupun internasional... anak2 mahasiswa di Universitas Surabaya juga memiliki selerea tersendiri dalam hal lagu.. banyak mahasiswa yang mencari lirik lagu nya Gaby-Tinggal kenangan, ST12 - Puspa, Kangen Band - Kembali Pulang, Dll... Saat ini mahasiswa universitas surabaya lagi seneng denger lagu2 dalam negeri aja hahahahaha "universitas surabaya gitu loh" kan kita harus mencintai produk dalam negeri... jangan cuma produk luar negeri aja ntar dicekal kayak yang di malaysia wkwkwkwkw... lagu puspa dari ST-12 itu merupakan lagu terpopuler yang ada di universitas surabaya sehingga banyak mahasiswa yang mencari lirik lagu nya.. lagunya agak lucu sih soalnya minta kita putus sama pacar kita terus kita disuru jadian sama yang nyanyiin lagunya hahahaha konyol betul.. kan kasian pacar yang aslinya tersiksa...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-3837474784520085183?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/3837474784520085183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=3837474784520085183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/3837474784520085183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/3837474784520085183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/lirik-lagu-yang-digemari-mahasiswa.html' title='Lirik lagu yang digemari mahasiswa universitas-surabaya-gitu-loh'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-2020145524519737016</id><published>2008-10-06T09:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T09:24:33.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><title type='text'>Apa yang dimaksud dengan Universitas Surabaya Gitu Loh?</title><content type='html'>&lt;p&gt;universitas surabaya gitu loh adalah universitas swasta yang terdapat di jawa timur tepatnya di daerah surabaya di jalan kali rungkut.. banyak mahasiswanya yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng =P dosen yang baik-baik, ramah, disiplin dan profesional di bidangnya masing-masing.. bagi kalian yang saat ini bingung menentukan pilihan ingin berkuliah dimana, kalian bisa menjadikan universitas surabaya gitu loh sebagai refrensi kalian.. disini juga terdapat fasilitas wi-fi yang lengkap, universitas surabaya gitu loh juga di jadikan e-campus pertama di indonesia timur loh... jadi kalian yang masih bingung, jangan bingung-bingung lagi sebab kalian sudah membuka blog yang tepat dimana kalian mendapat banyak informasi mengenai universitas surabaya.. cepet bergabung bersama saya dan 3000++ orang yang sudah join dengan &lt;b&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/b&gt; hehehehe&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-2020145524519737016?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/2020145524519737016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=2020145524519737016' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2020145524519737016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2020145524519737016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/10/apa-yang-dimaksud-dengan-universitas.html' title='Apa yang dimaksud dengan Universitas Surabaya Gitu Loh?'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-2144109050440981433</id><published>2008-09-26T02:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T02:52:14.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tiongkok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bebas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='organik'/><title type='text'>Pejabat Tiongkok Aman berkat Makanan Organik</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.jawapos.co.id/imgall/4/imgori/26189large.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;  &lt;div class="tglgray"&gt;[ Jum'at, 26 September 2008 ]&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;BEIJING&lt;/strong&gt; - Saat Tiongkok jadi sorotan dunia gara-gara skandal susu terkontaminasi zat beracun melamin, elite politiknya juga dikritisi karena dinilai cari selamat sendiri. Kehigienisan asupan makanan yang dikonsumsi para pejabat negara tersebut ternyata sangat terjamin karena semua serbakelas wahid. Tak heran respons pemerintah Tiongkok terhadap skandal susu beracun itu sangat lambat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makanan pilihan untuk para pejabat tersebut, antara lain, daging sapi bebas hormon yang didapatkan dari peternakan di pedalaman Mongolia. Lantas, beras organik dimasak dengan air pegunungan. Begitu juga minuman. Bila haus, bagi mereka sudah disediakan teh organik yang dipetik dari bukit di kaki Gunung Tibet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aneka sajian istimewa itu disediakan oleh Pusat Penyedia Makanan Istimewa yang didirikan sejak 2004. Untuk mencukupi kebutuhan pasokan, departemen khusus tersebut “mengimpor” segala macam bahan organik dari petani khusus yang harus menaati pedoman ketat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi itu sangat kontras dengan fenomena yang dialami rakyatnya. Sebagian besar bahan yang diolah rakyat bisa membahayakan kondisi tubuh. Betapa tidak, sayuran yang mereka olah disemprot dengan pestisida berbahaya. Lalu, ikan-ikan yang mereka masak terkontaminasi bahan kimia penyebab kanker. Belum lagi, telur yang dijual di pasar dicelupkan ke dalam pewarna industri dan mengandung zat yang bisa mengakibatkan kebutaan, bahkan kematian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keruan saja, terkuaknya makanan istimewa yang dikonsumsi para pemimpin itu memantik kemarahan rakyat. Ditambah lagi, putra-putri mereka menjadi korban. Sebab, keamanan kondisi makanan bukan hanya hak keluarga pemerintah, tapi juga seluruh rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Keamanan pangan merupakan prioritas utama bagi anak-anak dan keluarga pejabat pemerintah. Lantas, apakah masyarakat tidak berhak atas makanan yang aman?” ujar Zhong Lixun seraya menyuapi cucunya yang berumur tujuh bulan dengan susu formula setelah memeriksakan batu ginjal cucunya itu di Rumah Sakit Anak-Anak Beijing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti diberitakan, puluhan ribu bayi dan anak-anak Tiongkok tergolek sakit setelah mengonsumsi susu yang terkontaminasi zat berbahaya melamin. Dari jumlah tersebut, ratusan anak didiagnosis menderita batu ginjal cukup parah dan empat bocah dilaporkan tewas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah negara, termasuk Indonesia, langsung menyetop serta melarang impor susu dan produk berbahan susu dari Tiongkok. Beberapa produk yang telanjur beredar di pasar dimusnahkan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak. &lt;strong&gt;(AP/dia/ami)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;"universitas surabaya gitu loh"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-2144109050440981433?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/2144109050440981433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=2144109050440981433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2144109050440981433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2144109050440981433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/pejabat-tiongkok-aman-berkat-makanan.html' title='Pejabat Tiongkok Aman berkat Makanan Organik'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-8064995141810797826</id><published>2008-09-26T02:50:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T02:51:24.004-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gitu loh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melamin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sidak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='loh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan'/><title type='text'>BB POM Sita Makanan Bermelamin</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Janji Sidak Seluruh Pasar dan Supermarket&lt;/strong&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SURABAYA&lt;/strong&gt; - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) kembali melakukan sidak ke beberapa supermarket dan pasar di kota ini kemarin (24/9). Sasarannya tak lagi makanan dan minuman (mamin) bermasalah, melainkan produk susu yang mengandung melamin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lima tim diterjunkan dalam sidak tersebut. Salah satu tim memeriksa Carrefour BG Junction dan Pasar Atum. Di dua tempat tersebut, petugas menemukan beberapa produk berbahan susu yang dilarang karena mengandung melamin. Di Carrefour BG Junction, petugas BB POM menemukan 14 dus Oreo Cookies dan 53 dus Oreo Stick Wafer. Namun, barang-barang itu sudah ditarik ke dalam gudang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Siti Amanah, ketua tim sidak tersebut, Carrefour sudah mengetahui bahwa dua produk itu dilarang. Sehingga, mereka menarik produk-produk tersebut dan menyimpannya di dalam gudang. “Mereka (Carrefour, Red) tahu dari media mengenai produk bermelamin itu,” katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski tidak akan diedarkan, tim sidak tetap menyegel produk bermelamin tersebut. “Memang harus kami amankan agar tak lagi diperjualbelikan kepada masyarakat,” tambah Siti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Pasar Atum, petugas juga menemukan makanan bermelamin berupa satu dus susu bubuk dan susu cair Dutch Lady serta sepuluh dus Oreo Stick Wafer. Barang-barang itu ditemukan di Toko Faria dan Hartani. Sama halnya dengan temuan di Carrefour, petugas langsung menyegel dan menyita produk tersebut dari kedua toko itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saiba, salah seorang petugas Toko Faria, mengatakan bahwa barang-barang tersebut dibeli dari seseorang. “Katanya, produk impor dari Malaysia. Kami membelinya dua bulan lalu,” ucapnya. Dia mengaku tidak mengecek kelengkapan produk makanan dan minuman itu. “Barang datang, langsung dijual,” tuturnya. BB POM menduga produk tersebut masuk ke negara ini secara ilegal. Sebab, barang-barang itu tak mencantumkan nomor registrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tim juga menemukan aneka permen asal Tiongkok yang tak mencantumkan nomor registrasi. Di pembungkus tertera tulisan berbahasa Mandarin. Permen tersebut pun diamankan oleh petugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasi Sertifikasi dan Penyidikan BB POM Harlina Samadi mengatakan, sidak kemarin merupakan tindak lanjut dari temuan BPOM mengenai 28 produk berbahan susu yang mengandung melamin. Informasi temuan itu langsung disebarluaskan kepada BB POM di seluruh Indonesia untuk ditindaklanjuti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Seluruh supermarket akan kami datangi. Jika masih ditemukan produk bermelamin, akan kami sita. Butuh waktu beberapa hari untuk menyidak semua supermarket di kota ini,” ungkapnya. &lt;strong&gt;(ai/fat)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(www.jawapos.co.id) &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“universitas surabaya gitu loh”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-8064995141810797826?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/8064995141810797826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=8064995141810797826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8064995141810797826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8064995141810797826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/bb-pom-sita-makanan-bermelamin.html' title='BB POM Sita Makanan Bermelamin'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-8317546148163715192</id><published>2008-09-26T02:49:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T02:50:34.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melamin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bebas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan'/><title type='text'>Empat Perusahaan Protes BPOM</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Mengaku Produknya Bebas dari Melamin&lt;/strong&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik 28 jenis produk yang diduga mengandung melamin mulai menuai protes. Perusahaan makanan dan minuman yang produknya ditarik dari peredaran membantah bahwa barang-barang tersebut mengandung melamin. Mereka meminta BPOM merevisi keputusan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ada empat perusahaan dengan 10 jenis makanan dan minuman yang sudah komplain ke PIPIMM (Pusat Informasi Produsen Industri Makanan dan Minuman, Red),” ujar Ketua Bidang Regulasi Gapmmi (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia) Franky Sibarani kepada &lt;em&gt;Jawa Pos&lt;/em&gt; kemarin. Keempat perusahaan itu adalah PT Indoeskrim, PT Kraft Foods Indonesia, PT Nestle Indonesia, dan satu perusahaan produsen permen M&amp;amp;M.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keempat perusahaan itu menyerahkan data dan dokumen resmi kepada BPOM untuk diteliti lebih lanjut. Yang diberikan antara lain mengenai produksi, kandungan bahan dalam produk yang dibuat, proses distribusi, serta validitas administrasi perusahaan. “Sampai sekarang proses dialog antara Badan POM dan keempat perusahaan itu berjalan baik. Semoga cepat selesai,” ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia mencontohkan PT Kraft Foods Indonesia, produsen biskuit merek Oreo. Perusahaan itu dengan tegas menampik daftar yang diungkap BPOM. Menurut dia, Oreo yang beredar di Indonesia ada dua macam. Sekitar 90 persen Oreo yang dijual bebas merupakan produk asli Indonesia. Hanya 10 persen produk Oreo yang diimpor dari Tiongkok. “Itu pun bahan baku yang digunakan (di pabrik Tiongkok) adalah susu dari Australia,” ujar Franky.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh lain PT Indoeskrim, produsen Indoeskrim Meiji Gold Monas, yang juga menolak tuduhan BPOM. Alasannya, perusahaan itu menyetop produksi Meiji Indoeskrim rasa cokelat dan vanila sejak 2000. Tapi, BPOM memasukkan dua es krim tersebut dalam daftar 28 produk makanan yang ditarik dari pasaran. Hal itulah yang menurut Franky, perlu diteliti Badan POM. “Badan POM juga harus meneliti kembali &lt;em&gt;list&lt;/em&gt;-nya,” katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Badan POM sebelumnya memerintahkan Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) menarik 28 jenis produk makanan dan minuman yang mengandung susu asal Tiongkok. Sebab, susu produk Tiongkok tersebut diduga mengandung melamin yang dapat merusak kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Franky, tidak semua produk makanan dan minuman yang disebutkan Badan POM tersebut produksi Tiongkok. “Dari 28 jenis makanan dan minuman itu, hanya 19 jenis yang memiliki izin resmi beredar di Indonesia. Selebihnya diduga masuk secara ilegal,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski begitu, Badan POM terpaksa mengumumkan ke publik karena tidak mau mengambil risiko jika terjadi sesuatu di lapangan. Sembilan produk ilegal itu juga harus ditarik dari pasaran. Franky menduga produk makanan dan minuman ilegal yang didatangkan dari Tiongkok itu banyak beredar di daerah perbatasan. “Badan POM memilih bertindak preventif dengan menarik semua produk legal maupun ilegal yang ada di pasaran,” jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tindakan itu, menurut Franky, sudah tepat. Itu untuk mengantisipasi agar pemerintah maupun peritel tidak digugat konsumen karena membiarkan beredarnya produk berbahaya. Konsumen diuntungkan dari sisi jaminan kesehatan dan keselamatan. “Menurut saya, daerah perbatasan memang yang paling rawan. Bisa jadi produk makanan dan minuman yang mengandung melamin dari Tiongkok sudah masuk ke sana,” tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin mengatakan bahwa penarikan berbagai jenis produk yang mengandung susu asal Tiongkok tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan masyarakat. Sehingga, semua produk susu dan turunannya harus ditarik terlebih dahulu untuk diperiksa. Mengenai potensi terjadi kesalahan jenis produk yang ditarik, Husniah menilai hal itu perlu pembuktian. “Yang penting masyarakat aman dulu,” tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BPOM saat ini masih menguji seluruh produk susu dan yang mengandung susu asal Tiongkok yang telah dimankan. Di sisi lain, BPOM tidak menetapkan batas waktu penarikan karena situasinya masih terus berubah. “Situasi di Tiongkok masih berubah terus. Kalau sebelumnya hanya ada 12 perusahaan yang masuk daftar hitam, lalu bertambah jadi 22, sekarang katanya sudah 30 perusahaan,” jelasnya. “Hasil pemeriksaan nanti akan diumumkan kepada publik,” sambung Husniah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ramainya pemberitaan skandal susu Tiongkok memaksa pengusaha ritel menarik beberapa produk dari pasaran. Corporate Affairs Director Carrefour Irawan D. Kadarman mengaku, sejak pukul 10.00 WIB kemarin pihaknya mulai menarik produk yang mengandung susu Tiongkok. “Kami mulai memindahkan barang-barang tersebut sejak Rabu (24/9/) lalu. Dari 28 produk yang dilarang, hanya separonya yang kami punya dan semuanya sudah kami singkirkan,” jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Susu Produksi Indonesia Aman &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menyusul pengumuman pelarangan beredarnya susu asal Tiongkok, kekhawatiran masyarakat terhadap peredaran susu untuk bayi mengemuka. Hal itu mendorong Departemen Kesehatan menegaskan bahwa tidak ada produk Tiongkok untuk bayi yang beredar di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengemukakan, tidak ada produk Tiongkok berupa susu formula bayi yang didaftarkan di BPOM dan diedarkan di Indonesia. ”Produk susu formula bayi dan produk susu olahan yang diproduksi di Indonesia aman untuk dikonsumsi,” ujarnya di Jakarta kemarin (25/9).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam mewaspadai kemungkinan adanya impor ilegal susu formula bayi yang tercemar melamin dari Tiongkok, BPOM dan seluruh Balai Besar/Balai POM sejak 18 September 2008 melakukan pemeriksaan di sarana distribusi dan pengecer di seluruh Indonesia.&lt;strong&gt;(wir/iw/nw) (www.jawapos.co.id)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/em&gt;“&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-8317546148163715192?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/8317546148163715192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=8317546148163715192' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8317546148163715192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8317546148163715192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/empat-perusahaan-protes-bpom.html' title='Empat Perusahaan Protes BPOM'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-262481806512813189</id><published>2008-09-26T02:47:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T02:49:34.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gitu loh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melamin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sidak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan'/><title type='text'>Makanan Bermelamin Sulit Ditarik</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.jawapos.co.id/imgall/3/imgori/26086large.jpg" alt="" /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;BPOM Ancam Distributor Bandel Denda Rp 2 Miliar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Kekhawatiran masyarakat akan peredaran susu yang mengandung melamin diprediksi bakal berlanjut. Sebab, Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) menyatakan tidak mampu menjamin seluruh produk berbahan susu asal Tiongkok itu hilang dari peredaran. Perintah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menarik susu dari pasaran tidak akan efektif karena anggota Aprindo hanya 40 persen dari populasi pusat perbelanjaan nasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;”Kami memang diminta menarik produk itu. Tapi, kami tidak jamin pasar steril karena anggota kami hanya 7.500 &lt;em&gt;outlet &lt;/em&gt;atau 40 persen dari total pusat perbelanjaan,” ujar Sekretaris Jenderal Aprindo Rudy Sumampouw kepada &lt;em&gt;Jawa Pos &lt;/em&gt;kemarin (25/9). Menurut dia, masih ada kekhawatiran produk berbahan susu tersebut diedarkan oleh pusat-pusat perbelanjaan yang bukan anggota Aprindo. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat waspada sebelum membeli barang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Selain penjualnya bukan anggota Aprindo, penarikan produk tersebut sulit dilakukan karena pengadaan barangnya dilakukan secara langsung oleh pemasok, distributor, dan peritel tanpa pantauan dari pemerintah maupun asosiasi. ”Ada &lt;em&gt;kok &lt;/em&gt;ITC (&lt;em&gt;international trade center&lt;/em&gt;) yang bukan anggota kami. Terus, belum lagi ruko-ruko yang jumlahnya jutaan di Indonesia. Apalagi yang di luar Jawa. Mereka itu &lt;em&gt;kan &lt;/em&gt;berhubungan langsung antara penyuplai dengan distributor, lalu dibawa ke peritel,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Sebelumnya, BPOM meminta Aprindo menarik peredaran serta menyegel 28 produk susu dan produk yang mengandung susu impor dari Tiongkok. Itu dilakukan untuk mengamankan konsumen dari risiko terpapar melamin yang terkandung dalam produk tersebut. Perintah itu disampaikan dalam surat edaran BPOM kepada Aprindo bertanggal 23 September. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Menanggapi surat itu, Rudy menyatakan sudah menginstruksi seluruh peritel anggota Aprindo agar segera menarik produk berbahan susu yang berasal dari Tiongkok seperti yang diminta BPOM. Tentang produk susu &lt;em&gt;full cream &lt;/em&gt;untuk dewasa bermerek Guozhen, Rudy juga telah meminta mereka agar menarik dari pasaran. “Kami minta mereka memberi tahu penyuplai agar tidak lagi memasok barang dengan merek-merek itu. Paling tidak, sampai ada pemberitahuan dari BPOM bahwa itu bebas melamin,” ungkapnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Sesditjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Gunaryo mengakui bahwa penarikan produk susu dari Tiongkok itu tidak bisa dilakukan hanya oleh Aprindo. Untuk itu, pihaknya juga telah menginstruksi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di setiap daerah supaya melakukan penarikan. ”Kita akan lakukan bersama, memang tidak cukup Aprindo saja,” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Langkah awal yang dilakukan saat ini adalah menguji terlebih dahulu semua produk susu dan produk yang mengandung susu dari Tiongkok apakah mengandung melamin atau tidak. Tentang produk susu merek Guozhen yang beredar di masyarakat, dia meminta agar semua pihak mengawasi. “Kita pantau apakah di semua ritel ada (Guozhen) atau hanya di ritel-ritel tertentu saja. Itu yang masih kita selidiki terus supaya di pasar benar-benar steril,” lanjutnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Mantan direktur bina pasar dan distribusi itu menegaskan bahwa pengawasan terhadap makanan yang berbahaya itu benar-benar serius dilakukan karena menyangkut kesehatan anak-anak. Mengenai potensi beredarnya produk susu Tiongkok bermelamin di daerah perbatasan yang masuk melalui penyelundupan, Gunaryo menyatakan belum mendapatkan informasi. “Memang ada potensi seperti itu. Tapi, saya masih menunggu penyelidikan dari daerah. Mungkin minggu depan baru dilaporkan hasilnya,” terangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Pengamat ritel Handaka Santosa mengatakan bahwa BPOM telat dalam mengeluarkan perintah penarikan produk tersebut. Perintah menarik susu Tiongkok dikeluarkan BPOM pada 18 September. Penarikan produk yang mengandung susu Tiongkok baru keluar 23 September. Padahal, pemberitaan skandal susu Tiongkok sudah ramai sejak dua pekan lalu. ”Seharusnya, saat berita itu menyebar, BPOM segera menariknya dan tidak mengambil risiko,” ujar mantan ketua umum Aprindo itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan mengimbau pemerintah agar berhati-hati dalam hal penarikan produk susu dan berbahan susu dari Tiongkok yang diduga berbahaya. Menurut dia, tidak semua produk Tiongkok di Indonesia, termasuk 28 item yang akan ditarik dari distribusinya, mengandung melamin. “Harus benar-benar berdasar penelitian dengan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai produk lain yang berbau Tiongkok pun kena imbas,” jelasnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada bagian lain, delapan perusahaan yang produknya ditarik dari pasaran mengklarifikasi kepada BPOM bahwa tidak lagi menggunakan bahan baku dari Tiongkok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekjen Pusat Informasi Produksi Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) Franky Sibarani menyatakan segera menyampaikan klarifikasi perusahaan tersebut. ”Supaya tidak merugikan produsen,” tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia enggan menyebutkan tujuh perusahaan lain yang memberi klarifikasi. Namun, kata dia, produk dari delapan perusahaan yang tercantum dalam daftar produk ditarik dari pasaran sudah tidak lagi menggunakan bahan baku susu dari Tiongkok. Pengusaha makanan dan minuman mendukung penarikan produk berbahaya itu, namun meminta agar BPOM meneliti dulu produk yang akan ditarik. ”Kami minta BPOM mengkaji kembali mekanismenya,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Khawatir Produk Impor Ilegal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah akan menindak tegas distributor yang masih nekat menyimpan atau memasarkan ke-28 makanan yang mengandung susu impor asal Tiongkok. Peringatan itu dikeluarkan karena belum semua produk yang diduga mengandung melamin ditarik dari pasaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin mengungkapkan, pemerintah meminta agar masyarakat ikut memantau dan melaporkan kalau menemukan produk berbahan susu asal Tiongkok. Distributor yang bandel akan diseret ke pengadilan dengan ancaman denda Rp 2 miliar serta hukuman lima tahun penjara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Saya belum bisa menyebutkan jumlah yang sudah ditarik hingga sekarang. Belum kami kompilasi,” katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BPOM saat ini masih menguji seluruh produk susu dan yang mengandung susu asal Tiongkok yang telah diamankan. Hasilnya belum bisa diketahui karena masih menunggu hasil uji BPOM.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Husniah, BPOM mengkhawatirkan produk yang dicurigai mengandung melamin itu diimpor secara ilegal. Sebab, kata dia, daerah perbatasan Indonesia dengan Singapura seperti Riau dan Batam rawan penyelundupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, pihaknya juga akan mengumumkan temuan Singapura mengenai produk susu dan mengandung susu asal Tiongkok yang mengandung melamin. ”Jika ditemukan (di daerah perbatasan), langsung kami musnahkan,” tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Di tempat terpisah, Pelaksana Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Suksmaningsih mendesak agar pemerintah mengawasi ketat mekanisme penarikan ke-28 produk tersebut. Pemerintah, kata dia, juga diminta menjamin tidak ada pihak yang menyalahgunakan sisa produk susu yang membahayakan kesehatan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;”Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan sisa susu yang terkontaminasi tersebut dengan &lt;/span&gt; &lt;span&gt;mengemasnya kembali dalam bentuk lain,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Dia mengungkapkan, sisa pemusnahan produk-produk yang dianggap berbahaya kerap digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Karena itu, pihaknya meminta sejumlah produk berbahan susu Tiongkok yang sudah masuk dalam daftar hitam BPOM dimusnahkan dengan cara yang tepat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;”Kalau memang mengandung bahan kimia, harus langsung ditimbun atau dibakar. Kalau ditimbun, harus dipastikan tidak bisa diambil orang lagi. Kalau dibakar, harus benar-benar gosong,” tegasnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Hingga kemarin, sejumlah produk bermasalah tersebut masih dijual bebas di pusat ritel, terutama peritel-peritel kecil. Di Carrefour Pasar Minggu, Jakarta Selatan, misalnya, konsumen masih bisa membeli Oreo Wafer Stick. &lt;strong&gt;(wir/eos/jpnn/iro/agm) (www.jawapos.co.id)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“universitas surabaya gitu loh”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-262481806512813189?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/262481806512813189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=262481806512813189' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/262481806512813189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/262481806512813189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/makanan-bermelamin-sulit-ditarik.html' title='Makanan Bermelamin Sulit Ditarik'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-8881227539506387378</id><published>2008-09-22T09:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T09:19:41.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><title type='text'>Persiapan Tim Tim Formula 1 Hadapi Balap Malam Pertama di Singapura</title><content type='html'>&lt;div style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;"&gt;                      &lt;img src="http://www.jawapos.co.id/imgall/2/imgori/25510large.jpg" /&gt;                             &lt;/div&gt;         &lt;div style="height: 10px;"&gt;         &lt;/div&gt;         &lt;div class="tglgray" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;"&gt;            [ Senin, 22 September 2008 ]         &lt;/div&gt;         &lt;div class="judulsedang" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;         &lt;div style="height: 10px;"&gt;         &lt;/div&gt;                      &lt;b&gt;Kamar Hotel Harus Gelap Total&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir pekan ini, balap malam pertama Formula 1 diselenggarakan di Singapura. Berkat teknologi, yang jadi tantangan utama bukanlah terangnya lampu atau setelan mobil. Melainkan jam tidur dan kondisi badan pembalap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulasan &lt;b&gt;Azrul Ananda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa balapan Formula 1 di malam hari? Sebenarnya, secara teknis sudah bukan masalah. Balap malam menggunakan lampu penerangan ala stadion sudah bertahun-tahun dilakukan di Amerika Serikat. Bahkan MotoGP, ajang roda dua paling bergengsi, sudah lebih dulu menerapkannya awal tahun ini di Qatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, fokus tim menjelang Grand Prix Singapura akhir pekan ini bukanlah soal penerangan. Yang paling penting adalah kondisi badan para personel -khususnya pembalap-- menghadapi jam kerja yang bakal berbeda dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Normal"-nya, saat hari lomba, personel tim sudah hadir di sirkuit pukul 7 atau 8 pagi. Lalu melakukan berbagai persiapan. Pembalap datang dua atau tiga jam kemudian, melakukan persiapan sendiri. Kemudian, start lomba diselenggarakan pukul 14.00. Di negara mana pun di seluruh dunia, jam start tidak jauh beda dari itu. Paling maju atau mundur sejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, di Singapura, lomba berlangsung di malam hari. Berarti, ada perubahan drastis dalam jam kerja. Beberapa tim, seperti McLaren-Mercedes dan BMW-Sauber, sudah melakukan persiapan khusus untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya, ternyata, ada pada adaptasi. Tapi, para pembalap bukannya diminta untuk beradaptasi dengan jam Singapura. Para pembalap justru DILARANG beradaptasi dengan jam Singapura!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Singapura bakal menjadi tantangan unik bagi setiap anggota tim kami. Dokter kami telah menyiapkan jadwal presisi yang harus ditaati, karena semua kegiatan berlangsung setelah tengah hari," tutur Lewis Hamilton, bintang utama McLaren. "Pada dasarnya, kami tak boleh beradaptasi dengan waktu lokal. Program latihan kami dirancang agar kondisi berada di puncak setelah lewat tengah hari. Jadi, kami harus terus membiasakan diri dengan jam di Eropa," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Hamilton, tidak beradaptasi ini bakal lebih sulit daripada beradaptasi. Sebab, badan kita secara alami ingin beradaptasi. "Bagi kami para pembalap, jam tidur dan bangun bakal sama persis dengan di Eropa. Kami baru bangun siang hari untuk makan pagi, lalu makan malam pukul 1 dini hari, kemudian baru boleh tidur pukul 3 pagi," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan Hamilton, Heikki Kovalainen, membenarkan aturan jam tersebut. "Tim kami telah melakukan segalanya untuk memastikan timing hidup tidak mengganggu performa dan fisik kami," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kovalainen menambahkan, persiapan itu ditegaskan kepada hotel tempat mereka menginap nanti. "Kamar hotel bakal dibuat gelap total supaya kami bisa tidur sampai siang. Hotel diberitahu agar pembersih kamar tidak masuk ke kamar sampai siang hari. Telepon juga tidak boleh berdering. Pada dasarnya, kami akan diisolasi dari jam kerja normal hotel," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kebanyakan pembalap menganggap ini sebagai tantangan berat, tidak demikian dengan pembalap senior BMW-Sauber, Nick Heidfeld. Bagi pembalap Jerman itu, lomba di malam hari akan sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ini orang malam. Saya suka tidur sangat telat, bukan tipe yang suka bangun pagi. Karena itu, ritme akhir pekan ini seharusnya cocok untuk saya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebiasaan itu pula, Heidfeld mengaku bakal "hidup normal" di Singapura. Apalagi, dia mengaku ingin bisa jalan-jalan. "Saya belum pernah ke Singapura. Dulu hanya duduk di bandara. Saya yakin (Singapura) adalah tempat yang sangat 'hidup' dan menarik," pungkasnya. (www.jawapos.co.id)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-8881227539506387378?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/8881227539506387378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=8881227539506387378' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8881227539506387378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8881227539506387378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/persiapan-tim-tim-formula-1-hadapi.html' title='Persiapan Tim Tim Formula 1 Hadapi Balap Malam Pertama di Singapura'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-8906117599705481553</id><published>2008-09-19T09:22:00.006-07:00</published><updated>2008-09-22T09:22:56.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><title type='text'>Indahnya Pelangi Terbalik di Cambridge</title><content type='html'>&lt;div style="height: 10px;"&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;div&gt;                   &lt;img src="http://www.jawapos.co.id/imgall/4/imgori/24794large.jpg" /&gt;                          &lt;/div&gt;      &lt;div style="height: 10px;"&gt;      &lt;/div&gt;         &lt;div class="tglgray"&gt;           [ Kamis, 18 September 2008 ]         &lt;/div&gt;      &lt;div class="judulsedang" style="font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;      &lt;div style="height: 5px;"&gt;      &lt;/div&gt;             &lt;b&gt;CAMBRIDGE&lt;/b&gt; - Bentuk pelangi terbalik mudah saja ditemui di dunia dongeng. Meski sangat langka, di dunia nyata hal itu ternyata bisa ditemui. Fenomena ini bisa dinikmati penduduk Cambridge, Inggris. Dengan mata telanjang sekalipun, mereka bisa melihat untaian pelangi yang bentuknya terbalik dari biasanya. Ilmuwan Inggris mengatakan bahwa itu dipengaruhi kondisi di lapisan atmosfer bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Daily Telegraph&lt;/i&gt; melansir, seorang astronom Jacqueline Mitton berhasil mengabadikan fenomena itu pada Minggu (14/9). Dia mengatakan bahwa terbaliknya lengkung pelangi maupun susunan warnanya tersebut disebabkan tingginya kristal es yang terdapat di lapisan atmosfer. Nah, cahaya yang diterima kristal es tadi direfleksikan lagi ke langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada pelangi normal terbentuk akibat sinar matahari yang menembus titik-titik air di angkasa. Di angkasa, pendaran cahaya tadi lantas terurai menjadi spektrum warna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya sekarang berumur 60 (tahun) dan belum pernah melihat yang seperti ini,'' kata Mitton yang juga anggota Royal Astronomical Society dan menulis buku-buku astronomi untuk anak-anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitton mengakui fenomena tersebut sangat mengesankan meski dia tidak bisa memperkirakan pelangi terbalik itu bisa dilihat di area seberapa luas. ''Cukup mengejutkan hal ini bisa terjadi di tempat seperti Cambridge. Biasanya, hal ini lebih banyak terjadi di area yang lebih dingin,'' imbuh Mitton seraya menambahkan bahwa gejala alam itu bisa jadi lebih sering terjadi di daerah kutub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk pelangi terbalik tersebut sangat langka terjadi. Pelangi istimewa itu melengkung ke atas sehingga bentuknya mirip simbol senyum warna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna pelangi terbalik itu tidak terlalu berbeda dengan pelangi biasa. Di bagian horizon berwarna merah. Lantas berpendar menjadi kuning dan hijau. Di bagian ujung berwarna biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami Mitton, Simon, menjelaskannya dengan pendekatan ilmu fisika. Menurut pria 62 tahun itu, warna-warna pelangi terbalik itu lebih cerah dibanding pelangi biasanya. Sebab, bentuk kurvanya langsung menunjuk matahari. &lt;b&gt;(Telegraph/UPI/dia/ami)&lt;/b&gt; (www.jawapos.co.id)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;"&gt;&lt;table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"&gt;&lt;table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; PR: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="0" type="param" title="Google pagerank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="1" type="param" title="Google index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; L: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="2" type="param" title="Google links" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; LD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="12" type="param" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="20" type="param" title="MSN index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="40" type="param" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; C: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="108" type="param" title="Compete Rank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; SD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="112" type="param" title="Seodigger" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" id="seolinx-tooltip-close" title="close"&gt;&lt;img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-8906117599705481553?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/8906117599705481553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=8906117599705481553' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8906117599705481553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/8906117599705481553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/indahnya-pelangi-terbalik-di-cambridge.html' title='Indahnya Pelangi Terbalik di Cambridge'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-486961213811532121</id><published>2008-09-19T09:22:00.005-07:00</published><updated>2008-09-22T09:23:51.138-07:00</updated><title type='text'>Beristri 86, Kakek Bello Ditahan (Gak salah istrinya 86 ??? swt dah)</title><content type='html'>&lt;p&gt;ABUJA - Kengototan Baba Mohammed Bello Abubakar mempertahankan 86 istrinya berbuah pahit. Pengadilan syariah Nigeria kemarin memutuskan kakek 84 tahun itu ditahan lantaran menyalahi aturan agama dan undang-undang perkawinan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemimpin agama Islam setempat sebenarnya telah mengultimatum Bello agar mematuhi syariah perkawinan dalam Islam yang hanya membolehkan seorang pria menikahi maksimal empat perempuan. Kakek perkasa itu diberi tenggat hingga 7 September.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata, &lt;i&gt;deadline &lt;/i&gt;itu diabaikan Bello. Kakek yang tinggal bersama seluruh istri dan 170 anaknya tersebut tetap yakin tak bersalah. Hal itu pun dia tegaskan kepada hakim pengadilan syariah tertinggi di ibu kota Mina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakim Abdul Imam menolak surat pembelaan Bello. Sang kakek ditahan dan sidang dilanjutkan pada 6 Oktober mendatang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bello mengatakan, desakan untuk menceraikan 82 dari total 86 istrinya itu menghilangkan hak dan kebebasan individu. Dia mengaku sering mendapat ancaman pembunuhan setelah media-media di Nigeria melaporkan perkawinannya yang luar biasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Awalnya sang kakek dikabarkan mau menceraikan sebagian besar istrinya. Hanya, dia minta diberi waktu untuk mengembalikan istri-istri yang diceraikan itu kepada keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, juru bicaranya membantah keterangan itu dan mengungkapkan bahwa Bello justru berencana menambah lagi jumlah istrinya. Pengacara Bello mengatakan bahwa kliennya tak melanggar hukum apa pun. (Reuters/ape/ami) "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;"&gt; &lt;table class="mceItemTable" style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;" mce_style="border:0 none;font-family:Tahoma;font-size:11px;font-weight:bold;margin:1px;padding:0;"&gt; &lt;div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"&gt; &lt;table class="mceItemTable" id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" mce_style="border:1px solid gray;border-collapse:separate;margin:0;" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; PR: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="0" type="param" title="Google pagerank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="1" type="param" title="Google index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; L: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="2" type="param" title="Google links" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; LD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="12" type="param" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="20" type="param" title="MSN index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="40" type="param" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; C: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="108" type="param" title="Compete Rank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; SD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="112" type="param" title="Seodigger" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;"&gt;&lt;img src="http://seoquake/content/skin/close.gif" mce_src="//seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt;&lt;div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;"&gt;&lt;table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"&gt;&lt;table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;"&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" id="seolinx-tooltip-close" title="close"&gt;&lt;img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;"&gt;&lt;table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"&gt;&lt;table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; PR: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="0" type="param" title="Google pagerank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="1" type="param" title="Google index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; L: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="2" type="param" title="Google links" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; LD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="12" type="param" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="20" type="param" title="MSN index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="40" type="param" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; C: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="108" type="param" title="Compete Rank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; SD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="112" type="param" title="Seodigger" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" id="seolinx-tooltip-close" title="close"&gt;&lt;img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-486961213811532121?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/486961213811532121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=486961213811532121' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/486961213811532121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/486961213811532121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/beristri-86-kakek-bello-ditahan-gak.html' title='Beristri 86, Kakek Bello Ditahan (Gak salah istrinya 86 ??? swt dah)'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-5662958037001939796</id><published>2008-09-19T09:22:00.004-07:00</published><updated>2008-09-22T09:17:36.971-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><title type='text'>Peluang Investasi kala Sektor Finansial Terkoreksi (1)</title><content type='html'>&lt;div class="tglgray"&gt;           [ Jum'at, 19 September 2008 ]         &lt;/div&gt;            &lt;div style="height: 5px;"&gt;      &lt;/div&gt;                &lt;b&gt;Ingat, Reksadana Investasi Jangka Panjang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;   Sektor &lt;/b&gt;finansial sedang terguncang. Harga-harga saham dan surat utang merosot tajam. Namun jangan terlalu pesimistis. Justru ini adalah momentum untuk mendulang keuntungan di pasar finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;LUCKY NUR HIDAYAT, Surabaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resah dan gelisah. Itulah yang dirasakan sebagian besar investor finansial di Indonesia saat ini. Baik mereka yang berinvestasi langsung di saham, maupun yang menanamkan modal dalam bentuk reksadana, investor merasa tak aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjual saham atau reksadana, pasti rugi. Mempertahankannya juga tidak berani karena khawatir koreksi terus terjadi. Lantas apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar investasi Rian E. Kaslan meminta investor agar tetap tenang. Harus dicermati lebih jernih apa penyebab utama krisis finansial saat ini. "Guncangan di pasar saham sekarang kan lebih banyak karena imbas krisis finansial di AS sehingga mendorong sentimen negatif di pasar," kata Rian yang menjabat Head of Wealth Management Commonwealth Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rian melihat tak ada penurunan dari sisi fundamental. Aspek makro ekonomi juga baik. Ini bisa dilihat dari GDP (produk domestik bruto) yang bertahan di atas 6 persen. Padahal inflasi terus melambung setelah kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ini masih di atas ekspektasi pasar. Kalau melihat &lt;i&gt;price earning ratio&lt;/i&gt; saham kita dengan indeks di level 1.600-an mencapai 10 kali, ini sudah murah. Karena PER yang wajar sekitar 12 kali," kata wanita cantik lulusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya apabila seseorang akan berhenti di tengah jalan, perlu dipertimbangkan apakah ke depan akan ditemukan pilihan investasi yang bisa mengembalikan orang tersebut ke titik awal. ''Misalnya, apabila ada yang &lt;i&gt;loss&lt;/i&gt; 30 persen di pasar saham, untuk mengembalikan uang pada titik awal, maka perlu investasi yang memberikan &lt;i&gt;return&lt;/i&gt; sebesar 43 persen,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rian mengaku telah ada beberapa investor yang bermaksud memindahkan dana ke produk deposito yang ditawarkan oleh banyak bank lain dengan &lt;i&gt;rate&lt;/i&gt; yang sangat tinggi (12-13 persen). ''Saya hanya mengingatkan pada mereka jika &lt;i&gt;rate&lt;/i&gt; tinggi itu juga tak akan berlaku selamanya. Paling lama &lt;i&gt;rate&lt;/i&gt; itu hanya berlaku satu tahun dan jika hal itu terjadi kemungkinan bisa kembali ke jumlah modal awal sangat kecil,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keputusan tetap di tangan nasabah. Yang dilakukannya adalah memberikan gambaran mengenai keadaan pasar modal sekarang dan pandangan ke depan. ''Tapi apabila ada nasabah yang sudah sama sekali tidak bisa mengalami kerugian lebih dari saat ini, kita tidak akan melarang mereka untuk &lt;i&gt;cut loss&lt;/i&gt;,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rian sendiri yang memiliki portofolio di reksadana memilih tetap tenang. ''Kuncinya adalah dengan menyadari rosiko dalam berinvestasi di pasar saham. Dana yang saya tempatkan adalah untuk jangka panjang bukan untuk &lt;i&gt;short term&lt;/i&gt;,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rian mengaku saat ini pihaknya tidak melihat ada kepanikan luar biasa di antara nasabah. Hanya memang mereka ingin tahu lebih dalam bagaimana dampak jatuhnya beberapa insitusi keuangan di Amerika terhadap pasar modal Indonesia.&lt;b&gt;(bersambung/fan) (www.jawapos.co.id)&lt;br /&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;"&gt;&lt;table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"&gt;&lt;table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; PR: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="0" type="param" title="Google pagerank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="1" type="param" title="Google index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; L: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="2" type="param" title="Google links" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; LD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="12" type="param" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="20" type="param" title="MSN index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="40" type="param" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; C: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="108" type="param" title="Compete Rank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; SD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="112" type="param" title="Seodigger" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" id="seolinx-tooltip-close" title="close"&gt;&lt;img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-5662958037001939796?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/5662958037001939796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=5662958037001939796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/5662958037001939796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/5662958037001939796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/peluang-investasi-kala-sektor-finansial.html' title='Peluang Investasi kala Sektor Finansial Terkoreksi (1)'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-7294071164230031111</id><published>2008-09-19T09:22:00.003-07:00</published><updated>2008-09-22T09:17:50.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><title type='text'>Di Wall Street, Rp 6.580 T Amblas</title><content type='html'>&lt;div style="height: 5px;"&gt;      &lt;/div&gt;             &lt;b&gt;Bursa&lt;/b&gt; global terus merah seiring dengan gejolak pada sistem perbankan Amerika. Hal itu dipicu oleh kekhawatiran investor bahwa krisis keuangan makin sulit dikontrol meski pemerintah AS telah melakukan upaya-upaya penyelamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks Dow Jones Industrial Average, yang dua hari sebelumnya turun signifikan pasca-tragedi teror 11 September 2001, Rabu (17/9) waktu AS atau kemarin WIB (18/9) kembali turun 450 poin akibat kecemasan investor. Dana investasi sekitar USD 700 miliar (sekitar Rp 6.580 triliun dengan kurs Rp 9.400 per USD) amblas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saham-saham di Asia juga ikut terseret penurunan di Wall Street akibat investor khawatir lebih banyak perusahaan akan bangkrut akibat krisis keuangan global. Indeks regional &lt;i&gt;benchmark&lt;/i&gt; turun kian tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kepercayaan tampaknya benar-benar tumbang,'' tutur Francis Lun, &lt;i&gt;general manager&lt;/i&gt; Fullbright Securities Hongkong. ''Krisis keuangan di AS bisa menyerang siapa saja dan akhirnya membutuhkan pertolongan. Jika perusahaan asuransi terbesar bisa bangkrut, apalagi yang lain,'' lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah US Federal Reserve atau The Fed (bank sentral AS) mengucurkan pinjaman darurat untuk menyelamatkan American International Group (AIG) Inc., salah satu asuransi terbesar di dunia, dari ancaman kebangkrutan, Wall Street mempertanyakan perusahaan mana lagi yang akan menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu lalu (17/9) merupakan hari keempat secara berturut-turut sistem keuangan AS diterpa gejolak. Itu dimulai dengan berita bangkrutnya perusahaan investasi terbesar keempat di AS, Lehman Brothers, Minggu malam (14/9) atau Senin WIB (15/9) (www.jawapos.co.id)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-7294071164230031111?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/7294071164230031111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=7294071164230031111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/7294071164230031111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/7294071164230031111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/saham-aig-anjok-dan-hampir-bangkrut.html' title='Di Wall Street, Rp 6.580 T Amblas'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-2073985014941548474</id><published>2008-09-17T10:06:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T09:25:08.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><title type='text'>Universitas Surabaya Gitu Loh 5 tentang bisnis online dari internet</title><content type='html'>Tanggal 10 september 2008 jam 23.25 saya connect ke internet untuk mencari lirik lagu.. saya mencari lirik di www.gsn-soeki.com (web ini punya temen saya). kemudian mata saya tertuju pada sebuah link yang judulnya tentang pengalaman mendapat &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://uangpanas.com/?id=kabuki_freeze"&gt;uangpanas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dari internet.. jujur saja waktu itu saya cuma iseng2 aja sih buka link nya itu.. setelah saya buka temen saya menceritakan seluruh pengalamannya itu.. saya tiba2 tertarik bergabung karena saya yakin bahwa program ini adalah nyata karena buktinya adalah teman saya sendiri.. saya udah pernah si ikut2 beli produk kayak gini tapi waktu itu hasilnya 0.. saya cuma dikasi produk tanpa di balas konsultasi sama sekali.. tetapi saya orangnya gak pernah berhenti untuk mencoba hingga akhirnya jam 00.25 saya memutuskan mendaftarkan diri saya pada program &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://uangpanas.com/?id=kabuki_freeze"&gt;uangpanas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan pada saat itu juga saya bergegas untuk transfer uang ke rekening yang disuruh.. gara2 transfer kemaleman jadinnya tidur pagi lagi n gak kul lg pada tanggal 11 nya hahahahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya dengan 1 jam/hari didepan komputer terkoneksi internet, anda bisa dapetin bisa dapetin uang hingga jutaan rupiah dalam waktu 1 bulan saja... berminat bergabung bersama saya dan ribuan member dari uangpanas ? klik &lt;a href="http://uangpanas.com/?id=kabuki_freeze"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;"&gt;&lt;table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"&gt;&lt;table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; PR: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="0" type="param" title="Google pagerank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="1" type="param" title="Google index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; L: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="2" type="param" title="Google links" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; LD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="12" type="param" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="20" type="param" title="MSN index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="40" type="param" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; C: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="108" type="param" title="Compete Rank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; SD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="112" type="param" title="Seodigger" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" id="seolinx-tooltip-close" title="close"&gt;&lt;img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-2073985014941548474?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/2073985014941548474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=2073985014941548474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2073985014941548474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/2073985014941548474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/universitas-surabaya-gitu-loh-5-tentang.html' title='Universitas Surabaya Gitu Loh 5 tentang bisnis online dari internet'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3977029489439688281.post-5453956354186724896</id><published>2008-09-16T10:00:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T09:16:19.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas surabaya gitu loh'/><title type='text'>universitas surabaya gitu loh 4</title><content type='html'>alo friends... sudah jam 23.59 ni.. baru pulang dari warnet buat searching di google tentang SEO dan bisnis affiliate lainnya... hehehe hufff. hari ini adalah hari yang menyedihkan dimana hari ini ak gak kul lagi.. ketiduran ampe jam stg 12 ... hahahahaha padahal pagi ada kul komas dan gak ada yg TA kan lagi...aaaarrrrrrrrggggggghhhhhhh trus jam 2 gak kul lagi.. males hahahaha udah sekalian aja gak usa kul 22 nya hahaha untung kul yang jam 2 itu bisa TA hahaha &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;universitas surabaya gitu loh&lt;/span&gt;... jadi masi bisa TA wakakakaka (ssstttt jgn kasi tau dosen2 ya :p) bagi dosen2 dilarang baca postingan ini :p (becanda kok bapak/ibu dosen hahahahaha) udah ah sekian dulu postingan hari ini sekarang mau tidur dulu hahahaa... nitezzzz alll met bobok semua&lt;br /&gt;&lt;div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;"&gt;&lt;table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"&gt;&lt;table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; PR: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="0" type="param" title="Google pagerank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="1" type="param" title="Google index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; L: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="2" type="param" title="Google links" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; LD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="12" type="param" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; I: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="20" type="param" title="MSN index" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="40" type="param" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; C: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="108" type="param" title="Compete Rank" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: rgb(240, 240, 240) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"&gt;&lt;img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle;" height="12" width="12" /&gt; SD: &lt;a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" index="112" type="param" title="Seodigger" href="javascript:{}"&gt;wait...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"&gt;&lt;table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;"&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" id="seolinx-tooltip-close" title="close"&gt;&lt;img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;"&gt;&lt;table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" id="seolinx-tooltip-close" title="close"&gt;&lt;img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3977029489439688281-5453956354186724896?l=universitassurabayagituloh.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/feeds/5453956354186724896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3977029489439688281&amp;postID=5453956354186724896' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/5453956354186724896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3977029489439688281/posts/default/5453956354186724896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://universitassurabayagituloh.blogspot.com/2008/09/universitas-surabaya-gitu-loh-4.html' title='universitas surabaya gitu loh 4'/><author><name>universitas surabaya gitu loh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16556929487998037316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08205769747353678179'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>