SURABAYA - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) kembali melakukan sidak ke beberapa supermarket dan pasar di kota ini kemarin (24/9). Sasarannya tak lagi makanan dan minuman (mamin) bermasalah, melainkan produk susu yang mengandung melamin.
Lima tim diterjunkan dalam sidak tersebut. Salah satu tim memeriksa Carrefour BG Junction dan Pasar Atum. Di dua tempat tersebut, petugas menemukan beberapa produk berbahan susu yang dilarang karena mengandung melamin. Di Carrefour BG Junction, petugas BB POM menemukan 14 dus Oreo Cookies dan 53 dus Oreo Stick Wafer. Namun, barang-barang itu sudah ditarik ke dalam gudang.
Menurut Siti Amanah, ketua tim sidak tersebut, Carrefour sudah mengetahui bahwa dua produk itu dilarang. Sehingga, mereka menarik produk-produk tersebut dan menyimpannya di dalam gudang. “Mereka (Carrefour, Red) tahu dari media mengenai produk bermelamin itu,” katanya.
Meski tidak akan diedarkan, tim sidak tetap menyegel produk bermelamin tersebut. “Memang harus kami amankan agar tak lagi diperjualbelikan kepada masyarakat,” tambah Siti.
Di Pasar Atum, petugas juga menemukan makanan bermelamin berupa satu dus susu bubuk dan susu cair Dutch Lady serta sepuluh dus Oreo Stick Wafer. Barang-barang itu ditemukan di Toko Faria dan Hartani. Sama halnya dengan temuan di Carrefour, petugas langsung menyegel dan menyita produk tersebut dari kedua toko itu.
Saiba, salah seorang petugas Toko Faria, mengatakan bahwa barang-barang tersebut dibeli dari seseorang. “Katanya, produk impor dari Malaysia. Kami membelinya dua bulan lalu,” ucapnya. Dia mengaku tidak mengecek kelengkapan produk makanan dan minuman itu. “Barang datang, langsung dijual,” tuturnya. BB POM menduga produk tersebut masuk ke negara ini secara ilegal. Sebab, barang-barang itu tak mencantumkan nomor registrasi.
Tim juga menemukan aneka permen asal Tiongkok yang tak mencantumkan nomor registrasi. Di pembungkus tertera tulisan berbahasa Mandarin. Permen tersebut pun diamankan oleh petugas.
Kasi Sertifikasi dan Penyidikan BB POM Harlina Samadi mengatakan, sidak kemarin merupakan tindak lanjut dari temuan BPOM mengenai 28 produk berbahan susu yang mengandung melamin. Informasi temuan itu langsung disebarluaskan kepada BB POM di seluruh Indonesia untuk ditindaklanjuti.
“Seluruh supermarket akan kami datangi. Jika masih ditemukan produk bermelamin, akan kami sita. Butuh waktu beberapa hari untuk menyidak semua supermarket di kota ini,” ungkapnya. (ai/fat)
(www.jawapos.co.id) “universitas surabaya gitu loh”


0 comments:
Post a Comment